ABBA ternyata Belum Kehilangan Sihirnya

  • 14 Sep 2026 21:19 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID. JAKARTA. Puluhan tahun berlalu, tetapi lagu-lagu ABBA ternyata belum kehilangan sihirnya. Musik mereka masih mampu membuat pendengar tersenyum, bernyanyi, bahkan kembali mengingat masa muda. Suasana nostalgia itu terasa dalam acara Kilau Kenangan bersama Ika Damayanti, Minggu malam, 13 September 2026, yang mengangkat tema The Legend of ABBA – Lagu-Lagu Lintas Generasi.

ABBA yang terdiri dari Agnetha Fältskog, Björn Ulvaeus, Benny Andersson, dan Anni-Frid “Frida” Lyngstad memang bukan sekadar grup musik asal Swedia. Sejak kemenangan mereka di Eurovision lewat Waterloo pada 1974, nama ABBA menjelma menjadi fenomena dunia. Lagu-lagu seperti Dancing Queen, Mamma Mia, Fernando, hingga The Winner Takes It All membuktikan bahwa musik yang lahir puluhan tahun lalu tetap mampu menemukan pendengarnya hingga hari ini.

Salah satu pendengar, Ibu Yani di Bekasi, bahkan mengaku Dancing Queen selalu membuatnya merasa muda kembali. “Saya suka banget dengan lagu Dancing Queen yang bikin saya selalu merasa muda karena musiknya mengingatkan saya saat masih sekolah dulu,” ujarnya. Sementara Bapak Tata di Pasar Minggu punya pandangan lain yang tak kalah menarik. Baginya, ABBA adalah legenda yang musiknya tidak pernah membosankan. Bahkan, lagu The Winner Takes It All kini juga disukai anaknya yang baru masuk kuliah.

Perjalanan nostalgia malam itu semakin lengkap ketika Ika mengajak pendengar menyimak cerita di balik lagu-lagu ABBA. Dancing Queen yang dirilis pada 1976, Mamma Mia dengan kisah cinta yang sulit dilepaskan, Fernando yang awalnya dipersiapkan untuk album solo Frida, hingga Lay All Your Love on Me yang justru populer di klub-klub dansa sebelum akhirnya dirilis sebagai single.

Interaksi pendengar pun terus mengalir. Bapak Dusri dari Bintara, Bekasi, misalnya, mengaku lagu Yesterday Once More mengingatkannya pada kisah cinta masa muda bersama pacar yang dulu tinggal di rumah belakangnya. Ada pula Bapak Bayu di Bekasi yang menyukai Dancing Queen bukan karena punya kisah khusus, tetapi karena musiknya dianggap klasik, enerjik, dan membuat bahagia.

Memasuki bagian akhir, Gimme! Gimme! Gimme! (A Man After Midnight) mengingatkan bahwa lagu dengan irama disco yang mengajak berdansa ternyata menyimpan cerita tentang kesepian. Sementara The Winner Takes It All membawa suasana menjadi lebih emosional lewat kisah hubungan yang berakhir. Dua lagu itu memperlihatkan kekuatan ABBA: mampu mengemas berbagai emosi manusia dalam musik yang sederhana, catchy, tetapi tetap membekas.

Tiga jam berlalu tanpa terasa. Dari Dancing Queen hingga The Winner Takes It All, Kilau Kenangan bersama Ika Damayanti kembali membuktikan bahwa lagu lama bukan berarti kehilangan tempat di hati pendengar. ABBA mungkin telah menulis lagu-lagunya puluhan tahun lalu, tetapi kenangan yang lahir dari musik itu masih hidup—dan terus berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....