Rony Parulian “Dunia dan Seisinya” Tentang Cinta, Imajinasi, dan Perjalanan Hidup

  • 11 Sep 2026 00:03 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Rony Parulian kembali membuka lembaran baru dalam perjalanan bermusiknya. Setelah memperkenalkan diri melalui album perdana, penyanyi sekaligus singer-songwriter tersebut kini menghadirkan album keduanya bertajuk “Dunia dan Seisinya” yang dirilis pada 4 September 2026 di bawah naungan Universal Music Indonesia.

Album yang berisi 10 lagu ini menjadi ruang bagi Rony untuk memperlihatkan sisi dirinya yang semakin matang, baik sebagai musisi maupun sebagai individu. Jika album pertama menjadi salah satu langkah awal untuk memperkenalkan karakter musiknya, “Dunia dan Seisinya” hadir dengan membawa pengalaman, pemikiran, serta berbagai emosi yang membentuk Rony hingga saat ini.

Lewat album tersebut, Rony mencoba mempertemukan dua dunia yang selalu berjalan berdampingan. Ada dunia yang dijalani setiap hari dengan segala rutinitas, pertemuan, perpisahan, dan berbagai hal yang tidak selalu bisa dikendalikan. Di sisi lain, terdapat dunia personal yang tumbuh di dalam kepala dan perasaan, tempat ingatan, harapan, kecemasan, cinta, hingga imajinasi bertemu.

“Dunia dan Seisinya” tidak disusun sebagai sebuah cerita yang berjalan secara linear. Setiap lagu lahir dari momen dan perasaan yang berbeda, mulai dari jatuh cinta, harapan, kecemburuan, kerinduan, kompromi, ketidakpastian, hingga proses seseorang belajar untuk terus percaya pada dirinya sendiri. Salah satu lagu yang menjadi pintu untuk memahami dunia yang sedang dibangun Rony adalah “Dunia Imajiner”. Lagu tersebut ditulis Rony bersama Lafa Pratomo dan menjadi bukti semakin besarnya keterlibatan Rony dalam proses kreatif.

Dalam karya ini, Rony tidak sekadar menjadi penyanyi yang menyampaikan cerita yang telah selesai ditulis. Ia ikut membangun dunia tempat cerita tersebut hidup. “Buat aku, ‘Dunia Imajiner’ itu seperti ruang untuk membayangkan sesuatu yang mungkin belum kita temukan di kehidupan nyata. Kadang kita memang punya dunia sendiri di kepala kita. Bisa jadi tempat untuk melarikan diri, bisa juga tempat untuk membayangkan sesuatu yang lebih baik. Aku rasa semua orang punya ruang seperti itu,” ujar Rony.

Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan Lafa Pratomo ke dalam produksi yang memberikan ruang luas bagi vokal Rony. Lafa bertindak sebagai produser sekaligus arranger, sementara Refo Alpha Ramadhan dipercaya sebagai co-producer dan Kamga sebagai vocal director.

Hasilnya adalah sebuah lagu yang menempatkan karakter vokal Rony sebagai pusat dari dunia imajiner yang ingin dibangun melalui musik. Eksplorasi musik Rony dalam “Dunia dan Seisinya” tidak berhenti pada satu pendekatan. Album ini mempertemukannya dengan sejumlah produser, di antaranya Lafa Pratomo, Krisna Trias, dan Petra Sihombing.

Keterlibatan sejumlah nama tersebut menghadirkan pendekatan produksi yang beragam. Meski demikian, keseluruhan materi tetap berada dalam koridor pop-rock alternatif yang menjadi salah satu karakter utama album. “Kalau didengarkan satu per satu, mungkin setiap lagu punya dunia sendiri. Tapi ketika semuanya dikumpulkan menjadi satu album, aku merasa ada benang merah yang menghubungkan semuanya. Ada cerita tentang cinta, ada tentang imajinasi, ada tentang bagaimana kita menghadapi hidup dan bagaimana kita memilih untuk terus berjalan. Buat aku, itulah Dunia dan Seisinya,” lanjut Rony.

Judul album tersebut pun akhirnya memiliki makna yang lebih besar dari sekadar nama. “Dunia dan Seisinya” merangkum berbagai hal yang dapat memenuhi kehidupan seseorang, mulai dari orang-orang yang dicintai, sesuatu yang pernah hilang, hal yang sedang dikejar, hingga dunia yang mungkin hanya benar-benar ada di dalam kepala.

Kesepuluh lagu dalam album ini menjadi cara Rony mengumpulkan potongan-potongan pengalaman tersebut, kemudian melihatnya kembali melalui sudut pandang yang berbeda. Salah satu hal yang membuat “Dunia dan Seisinya” terasa semakin personal adalah keterlibatan Rony dalam penulisan keseluruhan materi album. Ia bekerja bersama sejumlah musisi dan penulis lagu, termasuk Lafa Pratomo, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Krisna Trias, serta beberapa kolaborator lainnya.

Rony juga memilih judul-judul lagu yang terdengar lugas dan dekat dengan percakapan sehari-hari, seperti “Aku Cemburu”, “Kau Akan Sampai”, dan “Kencan Pertama”. Di sisi lain, terdapat judul yang memberikan ruang interpretasi lebih luas, seperti “Dunia Imajiner” dan “Selamanya, Kini & Nanti”. Kombinasi tersebut memperlihatkan bagaimana Rony mencoba menghadirkan album yang personal, tetapi tetap memberikan kesempatan bagi pendengar untuk menemukan pengalaman mereka sendiri di dalamnya.

“Aku ingin album ini terasa seperti perjalanan. Bukan cuma perjalanan musik, tapi juga perjalanan aku sebagai manusia dan sebagai musisi. Ada banyak hal yang aku pelajari selama proses membuat album ini. Ada hal yang sebelumnya belum pernah aku coba, ada cerita yang sebelumnya belum pernah aku berani ceritakan,” tutur Rony.

Melalui album keduanya ini, Rony berharap pendengar tidak hanya menikmati musik yang ia hadirkan, tetapi juga menemukan bagian dari kehidupan mereka sendiri dalam setiap lagu. “Jadi ketika orang mendengarkan album ini, aku berharap mereka bukan cuma mendengar lagu Rony Parulian, tapi juga bisa menemukan bagian dari dunia mereka sendiri di dalamnya,” tutup Rony.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....