Karis Community Buka Ruang Perempuan di Industri Game
- 11 Sep 2026 00:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Karis Community menjadi wadah bagi perempuan yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang teknologi, mulai dari coding, desain, hingga pengembangan game (game development).
Komunitas ini dibentuk pada 2023 oleh tiga pegiat game development, Ratu Aida Raisya, Syadida Abdini, dan Ramiza. Hingga kini, Aida dan Syadida masih aktif mengelola Karis Community di sela kesibukan masing-masing, termasuk kuliah, pekerjaan, dan menjalankan bisnis.
Ratu Aida Raisya menuturkan, gagasan mendirikan komunitas tersebut muncul dari pengalaman para pendiri saat mengikuti sejumlah kegiatan game development. Ketika itu, mereka melihat keterlibatan perempuan masih sangat terbatas dibandingkan laki-laki.
| Baca juga: 5 Lagu Penting Dolly Parton yang Mendunia |
"Waktu itu kita game developer, dan ternyata di bidang game development itu cewek tuh sangat amat sedikit. Kita waktu itu ikut ke sebuah event di mana partisipannya 30 orang, tapi ceweknya itu cuma kita bertiga dan isinya cowok semua," ujar Founder Karis Community, Ratu Aida Raisya, dalam wawancara, Senin (7/9/2026).
Situasi tersebut membuat para pendiri kesulitan menemukan rekan perempuan untuk bertukar pikiran mengenai bidang teknologi yang bersifat teknis. Kondisi itu kemudian mendorong mereka membangun ruang belajar yang memungkinkan perempuan mempelajari coding, desain, dan game development secara bersama-sama.
Ratu menjelaskan, minatnya terhadap dunia digital juga muncul dari keinginannya untuk tidak sekadar menggunakan teknologi. Ia ingin terlibat dalam proses menciptakan karya serta memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menghasilkan sesuatu yang baru.
Sementara itu, Syadida Abdini mengaku ketertarikannya terhadap game development berawal dari kegemarannya bermain game. Dari kebiasaan tersebut, ia kemudian penasaran dengan proses di balik pembuatan game, termasuk potensi penggunaannya sebagai sarana edukasi.
"Kalau aku awalnya player. Terus karena sering main, terus ngelihat-lihat nih kayaknya seru juga ya kayak bikin-bikin kayak gini. Terus ada beberapa juga yang kayak games tapi ada edukatifnya," kata Syadida.
Menurutnya, game memiliki potensi untuk menjadi media pembelajaran yang lebih menarik. Konsep tersebut memungkinkan seseorang memperoleh pengetahuan melalui aktivitas yang menyenangkan tanpa merasa sedang menjalani proses belajar secara formal.
Meski berfokus pada pemberdayaan perempuan, Karis Community tetap terbuka bagi siapa pun yang memiliki ketertarikan untuk belajar. Masyarakat dapat bergabung melalui media sosial dan Discord secara gratis.
Beragam kegiatan rutin digelar, di antaranya kelas UI/UX, coding, dan desain yang berlangsung setiap bulan tanpa biaya. Materi diberikan oleh anggota Karis yang memiliki pengalaman di bidang masing-masing dan bersedia membagikan pengetahuan kepada anggota komunitas lainnya.
Selain membangun komunitas belajar, Karis juga memiliki Karis Studio yang mengerjakan proyek pengembangan game bersama klien. Salah satu proyek yang dikembangkan adalah Clevo World, game edukasi yang memperkenalkan berbagai profesi dan nantinya akan diperkenalkan kepada anggota komunitas.
Ratu berharap keberadaan Karis Community dapat mendorong lebih banyak perempuan untuk berani menghasilkan karya di bidang digital. Ia juga berharap pengetahuan yang diperoleh anggota selama bergabung dapat terus dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang bermanfaat dan digunakan secara bertanggung jawab di ruang digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....