Puluhan Seniman Sampaikan Surat Cinta untuk Negeri Melalui Pameran
- 31 Agt 2026 00:20 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 26 seniman dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta menggelar pameran seni bertajuk "Surat Cinta untuk Negeri" di Cinere Bellevue Mall, Jakarta Selatan, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Karya-karya spektakuler dan inovatif tersaji dalam pameran seni rupa dan pertunjukan lintas medium pada sebuah refleksi seni, desain dan karya instalatif serta performance tentang Ode visual dan ingatan kolektif berbangsa hasil kolaborasi Meprindo Communications, Sancaya Art Space, Jakarta Art Moments dan Jelujur Bentang.
"Pameran ini bertema surat cinta untuk negeri yang menuangkan rasa dalam asa akan kegelisahan, harapan serta angan dari para seniman pada negeri tercinta Indonesia," ujar Bambang Asrini, Kurator Pameran, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Bambang menyampaikan, dengan semangat gotong royong seniman dari beberapa daerah memamerkan karya-karya spektakuler dan inovatif yang dapat menerjemahkan dan memanifestasikan karya-karya seni yang dipamerkan.
| Baca juga: Malika Resmi Debut sebagai Penyanyi Solo |
Cinta yang diangkat dalam event ini sebenarnya ungkapan dari rasa haru, gelisah, putus asa dan tanggung jawab setelah keterikatan, emosi, nalar serta pengalaman. Jadi campur aduknya itu yang membuat para seniman ingin menyampaikan pesan.
"Saya sebagai kurator sangat bahagia, karena ada 26 perupa yang mewakili latar belakang majemuk, mulai dari arsitek, desainer, pelukis, pematung menampilkan sekitar 40 karya. Ini lengkap dan multi disiplin itu bersepakat," katanya.
Bambang Asrini berharap, pameran seni ini bisa menjadi reflektor dan sarana komunikasi kepada publik atas harapan dan do'a yang dipanjatkan para seniman.
Eivi Desiyanti salah seorang seniman mengaku senang dapat berkontribusi dalam event ini. Karyanya berupa lukisan abstrak, dibuat dalam waktu singkat, yakni dua hari.

Menurutnya, ini sebuah ungkapan rasa yang dituangkan melalui karya. Didalam sapuan warna, tersimpan kekaguman, harapan, dan doa untuk tanah yang kita cintai.
"Bagi saya, melukis adalah cara sunyi untuk mencintai, mengabadikan rasa, merawat ingatan, dan menitipkan harapan melalui keindahan goresan cat diatas canvas," ucapnya.
Eivi menjelaskan, bagi dirinya surat cinta untuk negeri adalah ungkapan hati yang dituangkan kedalam karya.
"Ini sebuah persembahan sederhana tentang rasa syukur, keindahan, dan harapan yang ingin terus tumbuh bersama negeri tercinta," ujar Eivi yang juga berprofesi sebagai pengajar di Sekolah Mode Poppy Dharsono.

Lenny, seniman lainnya yang turut partisipasi dalam pemeran menilai, tema "Surat Cinta untuk Negeri" sangat relevan dengan kondisi saat ini. Karyanya berupa instalasi relevansinya kepada tokoh Sulawesi Selatan, Colliq Pujie yang menulis ulang I La Galigo naskah terpanjang dunia.
Relevansi ke karya Colliq Pujie yakni berupa pemhuatan penulisan aksara bilang-bilang yang hanya segelintir orang paham dan itu bukan bahasa lontara, tapi ini adalah semacam sandi saat masa perjuangan dulu.
"Saya hanya merefleksi ulang untuk menjadi satu bacaan atau inspirasi bahwa aksara atau hal apapun itu tetap ada bawa segala sesuatu itu memang harus ada komunikasi. Jadi di karya ini saya mencoba untuk melihat ulang toko perjuangan di mana dia mempunyai mental dan sifat yang sangat smart, tetapi dia memakai satu bahasa-bahasa kode yaitu aksara bilang-bilang," katanya.
Co Kurator Pameran Seni bertajuk "Surat Cinta untuk Negeri", Susi Andrini berharap pesan seniman melalui karya dapat tersampaikan kepada para pengunjung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....