Angkat Perjalanan Pendiri Bangsa, Meradjoet Sendja Suguhkan Cinta untuk Republik
- 23 Agt 2026 17:32 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Orkestra Kebangsaan mempersembahkan Cinta untuk Republik Hadir di Gedung Kesenian Jakarta, 26 Agustus 2026.
- Orkestra Cinta untuk Republik menghadirkan kembali gagasan dan semangat para pendiri bangsa dalam sebuah pengalaman panggung yang emosinal dan reflektif
RRI.CO.ID, Jakarta - Orkestra kebangsaan Meradjoet Sendja mempersembahkan pertunjukan seni "Cinta untuk Republik". Perhelatan berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026 menghadirkan perpaduan musik, seni pertunjukan dan narasi sejarah yang mengajak publik melihat kembali perjalanan Indonesia dari perspektif para pendiri bangsa.
Diproduseri sekaligus disutradarai Olivia Zalianty, pertunjukan ini menghadirkan sejumlah nama seperti Marcella Zalianty, Isyana Sarasvati, Tanta Ginting, Candil, Jane Callista, Shanna Shannon, Dhery Oktani, Joind Bayuwinanda, Fryda Lucina, dan sejumlah penampil lainnya. Menariknya, pertunjukan ini akan merangkai gagasan tokoh-tokoh seperti Soekarno, Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, dan Tan Malaka dalam sebuah orkestrasi kebangsaan.
Bukan sekadar pertunjukan seni, Meradjoet Sendja menghadirkan kembali gagasan dan semangat para pendiri bangsa dalam sebuah pengalaman panggung yang emosional dan reflektif. Bayangkan Tan Malaka dan Bung Karno hadir dalam satu ruang, berdialog tentang Indonesia, kemerdekaan, dan gagasan tentang bangsa yang mereka perjuangkan.
“Saya tertarik mengembangkan pertunjukan panggung, dan tentu saja pikiran-pikiran kebangsaan itu saya rajut dari tokoh pendiri bangsa kita. Jadi ada Soekarno, Mohammad Hatta, Sjahrir, Tan Malaka. Saya rajut dengan lagu kebangsaan yang diciptakan Mas Daru, jadi ini adalah orkestrasi kebangsaan,” ujar Olivia Zalianty, Produser sekaligus Sutradara Meradjoet Sendja dalam keterangan resminya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Di tengah zaman ketika sejarah semakin sering dinikmati melalui layar, Meradjoet Sendja menawarkan pengalaman yang berbeda. Sejarah dihadirkan secara langsung di atas panggung dengan musik, karakter, dialog, dan atmosfer yang mengajak penonton merasakan kembali denyut perjuangan para pendahulu.
Ketua Umum PARFI’56 Marcella Zalianty menyampaikan, pementasan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan yang telah diberikan para pendahulu bangsa.
“Pementasan ini lebih kepada wujud penghormatan kita terhadap warisan yang sudah diberikan pendahulu, mulai dari pejuang hingga budayawan dan seniman,” katanya, yang juga terlibat aktif dalam proses pertunjukan.
Mengusung tema “keberanian mencintai Indonesia”, Meradjoet Sendja tidak hanya mengajak penonton mengenang masa lalu, tetapi juga mempertanyakan kembali arti mencintai Indonesia hari ini.
Apa arti kemerdekaan bagi kita, apa yang tersisa dari gagasan para pendiri bangsa, dan seberapa berani kita mencintai Indonesia dengan segala kompleksitasnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan Meradjoet Sendja.
Pertunjukan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya adalah Kongres Perempuan, KEANA, PARFI 56, dan ANINDHALOKA. Pertunjukan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara sejarah, musik, seni pertunjukan, dan semangat kebangsaan.
Meradjoet Sendja bukan sekadar pertunjukan. Ini adalah undangan untuk kembali mendengar suara sejarah, merasakan denyut perjuangan, dan menemukan kembali makna mencintai Republik. Jika sejarah benar-benar bisa bicara, beranikah kita mendengarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....