Tokoh Lintas Agama Dukung Film Seni Merayu Tuhan
- 11 Agt 2026 16:15 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Tokoh lintas agama memberikan dukungan terhadap film 'Seni Merayu Tuhan' yang diadaptasi dari buku karya Habib Jafar.
- Film ini diproduksi oleh Wahana Kreator Nusantara dan mengangkat tema perjalanan spiritual serta pencarian makna hidup.
- Acara nonton bersama diselenggarakan di XXI Kemang, Jakarta Selatan pada Minggu 9 Agustus 2026 dengan hadirnya tokoh dari berbagai agama termasuk Islam, Katolik, Buddha, dan Konghucu.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah tokoh lintas agama memberikan dukungan terhadap film Seni Merayu Tuhan yang diadaptasi dari buku karya Habib Jafar. Film produksi Wahana Kreator Nusantara tersebut mengangkat perjalanan spiritual dan pencarian makna hidup dengan latar keberagaman agama.
Dukungan itu terlihat dalam acara nonton bersama yang digelar di XXI Kemang, Jakarta Selatan, Minggu 9 Agustus 2026. Tokoh dari sejumlah agama hadir dalam pemutaran film, mulai dari Islam, Katolik, Buddha, hingga Konghucu.
Film Seni Merayu Tuhan mengisahkan perjalanan seorang pemuda yang mencari makna kehidupan dan kedekatan dengan Tuhan. Cerita tersebut juga memasukkan nilai toleransi melalui karakter Hikmah dan Sophia yang diperankan Ari Irham dan Lutesha sebagai pasangan berbeda agama.
| Baca juga: Film ‘Motor City’ Sajikan Aksi Brutal |
Habib Jafar mengatakan keberagaman juga tercermin dari proses produksi film yang melibatkan orang-orang dengan latar belakang agama berbeda. Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi bagian penting dalam membangun cerita yang berbicara mengenai hubungan manusia dengan Tuhan.
“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran. Kebetulan dari jajaran produser eksekutif kami, 90%-nya nonmuslim,” ujar Habib Jafar.
Pendeta Tommy Simanjuntak menilai film tersebut mampu mengangkat pencarian manusia terhadap Tuhan dari sudut pandang yang berbeda. Ia menyebut perjalanan spiritual bukan sesuatu yang selalu dapat dijelaskan secara pasti, melainkan memiliki proses dan pengalaman masing-masing.
“Bahwa mengejar Tuhan itu bukan ilmu pasti, tapi ilmu seni, ada seninya, harus mengikuti perjalanan hingga kita kenal Tuhan yang sebenarnya,” ungkap Tommy.
Pandangan serupa disampaikan Bhante Dira yang melihat film sebagai karya seni yang dapat menyentuh nurani sekaligus membuka ruang untuk melihat berbagai kemungkinan jawaban atas persoalan kehidupan. Ia menilai film tersebut memberikan perspektif yang beragam terhadap pertanyaan spiritual yang dihadapi manusia.
“Dalam film Seni Merayu Tuhan, menjawab banyak pertanyaan. Mungkin orang mempunyai satu jawaban tapi oleh film ini disiapkan 10 jawaban,” ujar Bhante Dira.
Selain ketiga tokoh tersebut, acara nonton bersama turut dihadiri Kris Tan, Romo Aan, dan Bli Mitha. Jajaran produksi dan pemeran film seperti Sigit Pratama, Gina S. Noer, Salman Aristo, Orchida Ramadhania, serta Rieke Diah Pitaloka juga hadir dalam kegiatan tersebut.
Habib Jafar mengatakan para tokoh lintas agama yang hadir menjadi bagian dari inspirasi dalam membangun pesan toleransi yang dibawa film tersebut. Ia berharap karya ini dapat menjadi ruang perjumpaan sekaligus percakapan mengenai keberagaman dan pencarian spiritual.
“Mereka adalah inspirasi saya. Kawan-kawan yang merawat toleransi beragama di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang,” tambah Habib Jafar.
Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....