Kilau Kenangan RRI Ajak Pendengar Nostalgia Alat Musik Lawas
- 11 Mei 2026 09:35 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Program radio “Kilau Kenangan” bersama Amelia Adriati menghadirkan nostalgia tentang evolusi alat pemutar musik era 1960 hingga 1990-an. Mengudara setiap Minggu malam, acara ini membawa pendengar kembali mengenang masa ketika musik dinikmati lewat piringan hitam, kaset pita, hingga Discman. Dengan gaya siaran santai dan penuh cerita, Amelia mengajak pendengar menyusuri perubahan teknologi musik yang pernah menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari.
Pada pembukaan acara, Amelia mengingatkan pendengar pada momen klasik saat pita kaset kusut harus diputar menggunakan pensil. Kenangan sederhana itu langsung memancing antusias para pendengar “Kilau Kenangan” untuk ikut berbagi cerita melalui pesan WhatsApp. Tidak sedikit yang mengaku rindu suasana mendengarkan lagu dari alat pemutar musik lawas yang memiliki suara khas dan nuansa berbeda dibanding era digital saat ini.
Pembahasan pertama dimulai dari era 1960-an ketika vinyl atau piringan hitam menjadi simbol gaya hidup pecinta musik. Amelia menjelaskan bahwa selain menghasilkan kualitas audio hangat, sampul album vinyl juga dianggap sebagai karya seni bernilai tinggi. Salah satu pendengar, Ibu Retno dari Bekasi, mengaku masih menyimpan koleksi vinyl di rumahnya. Menurutnya, suara khas saat jarum menyentuh piringan hitam menghadirkan pengalaman emosional yang tidak tergantikan.
Acara kemudian berlanjut membahas kejayaan cassette deck dan tape recorder pada awal 1970-an. Amelia menceritakan bagaimana kaset pita menjadi media favorit masyarakat karena praktis dan mudah dibawa. Cerita ini disambut hangat oleh Pak Rio dari Bogor yang mengaku dulu sering merekam lagu favorit langsung dari siaran radio. Bahkan, ia masih mengingat bagaimana pensil menjadi “alat penyelamat” ketika pita kaset kusut atau terlepas dari gulungannya.
Memasuki akhir 1970-an, Amelia mengangkat fenomena boombox yang identik dengan budaya hip hop jalanan Amerika. Alat pemutar musik besar dengan suara bass menggelegar itu pernah menjadi simbol keren anak muda pada masanya. Pak Yogo dari Jakarta Timur ikut berbagi pengalaman lucu bahwa dirinya dulu sering membawa boombox di pundak demi terlihat lebih percaya diri. Ia bahkan bercanda bahwa istrinya mulai tertarik kepadanya karena gaya tersebut.
Pada segmen berikutnya, “Kilau Kenangan” membahas kemunculan Walkman dan Discman yang menjadi ikon era 1980 hingga 1990-an. Amelia menjelaskan bahwa Walkman mengubah cara orang menikmati musik menjadi lebih personal dan portabel. Bang Ario dari Kelapa Dua turut mengirim pesan bahwa walkman rekamannya pernah ia gunakan untuk menyatakan perasaan kepada perempuan yang kini menjadi istrinya. Cerita sederhana itu membuat suasana siaran terasa hangat dan penuh nostalgia.
Melalui “Kilau Kenangan”, Amelia Adriati berhasil membuktikan bahwa evolusi pemutar musik bukan sekadar perkembangan teknologi, tetapi juga perjalanan emosi dan kenangan manusia. Dari vinyl hingga Discman, setiap alat memiliki cerita yang melekat di hati pendengarnya. Respon hangat dari para pendengar menunjukkan bahwa musik lawas dan perangkat pemutarnya masih memiliki tempat istimewa di tengah derasnya era digital saat ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....