Menghidupkan Kembali Memori Cikini Melalui Pameran Arsip Raden Saleh

  • 21 Apr 2026 21:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) bersama Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Artotel Group, meresmikan ruang pameran arsip yang merefleksikan jejak sejarah kawasan Cikini dan ekspresi seni Raden Saleh. Peresmian berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Senin 20 April 2026.

Dilansir dari antaranews.com, pada Selasa 21 April 2026, Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, mengatakan bahwa acara tersebut digelar bertepatan dengan dimulainya kegiatan operasional Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated (PRS), yang memperkuat komitmen hotel dalam menghadirkan ruang temu antara seni dan hospitality di kawasan Taman Ismail Marzuki.

"Pameran ini menjadi langkah awal kami untuk menghadirkan program-program budaya yang relevan dan berkelanjutan. Sebagai bagian dari ekosistem seni di Taman Ismail Marzuki, Paviliun Raden Saleh diharapkan dapat menjadi ruang kolaboratif bagi seniman, kurator, komunitas, serta publik luas untuk saling bertukar gagasan dan inspirasi," ujar Eduard.

Pameran arsip bertajuk ‘Raden Saleh & Cikini, Genealogi Ruang, Seni, dan Ingatan’ menyoroti nilai historis kawasan Cikini, khususnya Taman Ismail Marzuki yang sebelumnya merupakan bagian dari kompleks kediaman Raden Saleh. Melalui pendekatan kuratorial berbasis arsip, pengunjung diajak memahami genealogi ruang dan memori yang membentuk identitas Cikini sebagai episentrum kreativitas.

Eduard menambahkan, pameran ini tidak hanya menambah nilai pengalaman menginap tamu, tetapi juga menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat umum dan pencinta seni. Kerja sama dengan DKJ pun dinilai sebagai bukti pentingnya sinergi antara pelaku industri hospitality dan institusi seni dalam menghidupkan kembali narasi sejarah serta memperkaya ekosistem budaya di Jakarta.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Bambang Prihadi, menilai kehadiran Paviliun Raden Saleh ARTOTEL Curated sebagai salah satu fasilitas kawasan seni dalam ekosistem TIM yang telah hilang selama 30 tahun. Menurutnya, ruang ini dapat dikembangkan untuk pertemuan kebudayaan dan lintas seni.

"Setelah lebih dari 30 tahun, TIM kehilangan wisma seni yang mendukung kebutuhan pelaku seni khususnya yang berasal dari luar kota Jakarta," kata Bambang.

Pameran ini berlangsung di Selasar Nashar, ruang seni PRS yang terletak di lantai 8. Pameran ini dapat dikunjungi mulai 21 April 2026 oleh masyarakat umum, pencinta seni, serta tamu hotel.

(Kerin Driyana - Mahasiswa Universitas Nasional)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....