Semangat Muda Minang Melestarikan Budaya dan Meraih Prestasi

  • 08 Apr 2026 22:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Dea Novika, perempuan muda kelahiran Lubuk Sikaping, menunjukkan bahwa semangat melestarikan budaya dapat berjalan seiring dengan prestasi gemilang. Berasal dari lingkungan Minangkabau di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Dea tumbuh dengan nilai disiplin dan tekad untuk terus berkembang. Saat ini, ia menetap di Kecamatan Lubuk Sikaping dan aktif menekuni dunia seni tari sekaligus pendidikan.

Sebagai anak kedua dari empat bersaudara, Dea dibesarkan dalam keluarga yang penuh dukungan. Ayahnya, Endriadi, S.H., bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara, sementara ibunya, Ifka Diana, berperan sebagai ibu rumah tangga.

Lingkungan keluarga yang hangat membentuk karakter Dea menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mampu bekerja sama. Ia pun menamatkan pendidikan terakhir di tingkat SMA sebelum melanjutkan studi S1 jurusan Ilmu Hukum.

Dari kecil, sosok Dea sudah menyukai menari, dan di geluti hinga saat ini. Iya sampaikan dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba Lamak Didanga, Di Pro 4 Fm Jakarta, Rabu, 8 April 2026, melaui sambungan telp.

“Sejak masa sekolah, saya telah menunjukkan minat besar di bidang seni dan olahraga. Alhamdulillah berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya Juara 1 Senam Kreasi Minang tingkat Sumatera Barat, Juara 2 Fashion Show Baju Kuruang tingkat Kabupaten Pasaman, serta tampil dalam ajang PKD Sumatera Barat,” katanya.

“Tak hanya itu, sebagai atlet lari, ia juga mengoleksi medali emas dan perak pada nomor 100 dan 200 meter di tingkat provinsi pada tahun 2021 dan 2022,” sambungnya.

Kecintaannya pada seni tari membawanya menjadi pelatih tari tradisional. Bagi Dea, tari bukan sekadar rangkaian gerak, melainkan media untuk menyampaikan cerita dan menjaga warisan budaya.

Ia mengaku kebahagiaan terbesar datang saat melihat anak-anak didiknya berkembang. “Tari itu bukan hanya gerakan, tapi juga cara kita menjaga dan mengenalkan budaya kepada generasi muda,” ujarnya. Dalam proses mengajar, ia memilih pendekatan santai dan menyenangkan agar anak-anak lebih mudah memahami makna di balik setiap gerakan.

Kecintaannya pada seni tari membawanya menjadi pelatih tari tradisional. Bagi Dea, tari bukan sekadar rangkaian gerak, melainkan media untuk menyampaikan cerita dan menjaga warisan budaya. (Foto: Dea)

BACA JUGA: Urang Minang Mengabdi lewat Teknologi dan Literasi Digital

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa dan pelatih tari, Dea tetap konsisten mengejar mimpinya. Dukungan penuh dari orang tua serta pesan untuk selalu rendah hati, disiplin, dan pantang menyerah menjadi pegangan hidupnya. Ke depan, ia berharap dapat terus berkembang di dunia seni sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.

“Saya ingin semakin banyak anak-anak yang mencintai budaya Minangkabau, agar tetap hidup dan berkembang di masa depan,” tutup Dea penuh harap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....