Ketika Taman Baca Masyarakat Bertransformasi Menjadi Ruang Kreatif Anak Bangsa
- 03 Agt 2026 13:10 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Literasi tak lagi sebatas membaca dan menulis di atas kertas. Melalui program "Cipta Lestari Seni Budaya", Taman Baca Masyarakat (TBM) Cahaya Ilmu membuktikan bahwa ruang publik sederhana dapat bertransformasi menjadi panggung ekspresi seni dan pelestarian budaya bagi anak-anak serta pendidik.
Bendahara FTBM DKI Jakarta sekaligus pengelola kegiatan Umi Yati menjelaskan program ini berhasil diwujudkan setelah proposal pendayagunaan ruang publik yang diajukan oleh pengelola TBM menembus dukungan dana Dana Indonesiana melalui Kementerian Kebudayaan dan LPDP. Berangkat dari ikhtiar memanfaatkan TBM sebagai ruang umum yang hidup, serangkaian workshop dan kegiatan kolaboratif digelar untuk mengasah kreativitas masyarakat.
Rangkaian Edukasi dan Kolaborasi Lintas Komunitas
Dalam pelaksanaannya, program ini merangkul berbagai pihak untuk saling menguatkan:
Workshop Mendongeng & Read Aloud: Bekerja sama dengan guru-guru IGTKI dan Himpaudi untuk membekali pendidik teknik bercerita yang menyenangkan serta memahami manfaat membaca nyaring bagi perkembangan anak.
Literasi Budaya Keliling: Kolaborasi bersama Forum TBM Jakarta Utara dalam menggelar workshop membatik hingga melukis caping secara bergilir di TBM-TBM wilayah sekitar.
Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirayakan dalam sebuah festival seni yang menghadirkan pertunjukan teater, musik limbah, dan tari tradisional. Tak kurang dari 60 anak anggota TBM tampil percaya diri membawakan karya terbaik mereka di hadapan warga serta pejabat pemerintah setempat.
Menghidupkan Gerakan Literasi di Jakarta Utara
Umi Yati menyampaikan gerakan literasi hendaknya tidak berjalan secara pasif. Dari 18 TBM aktif yang tersebar di Jakarta Utara, harapan besar digantungkan agar setiap pengelola dapat terus saling menopang dan menghidupkan kegiatan secara berkelanjutan.
"Harapan saya kita bisa semakin solid dan saling support. Literasi itu bukan cuma sekadar menunggu ada bantuan datang, tapi bagaimana kita tetap bergerak perlahan, saling menghidupkan, dan tidak berhenti," ungkapnya penuh optimisme.
Melalui semangat kebersamaan ini, TBM tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga wadah tumbuh kembangnya karakter, budaya, dan cita-cita anak-anak bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....