YMPAI: Menguatkan Keluarga, Membangun Generasi Cerdas

  • 08 Apr 2026 21:54 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI) hadir sebagai organisasi non-profit yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga, kesehatan reproduksi dan HIV/AIDS, kesehatan mental, serta literasi masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis penelitian (evidence-based), pemberdayaan komunitas, kolaborasi, dan inovasi, YMPAI berkembang menjadi gerakan sosial yang memberi dampak nyata, mulai dari tingkat lokal hingga internasional. Perjalanan ini menunjukkan bahwa upaya kecil yang konsisten mampu melahirkan perubahan besar di tengah masyarakat.

Secara resmi didirikan pada 3 Mei 2018, YMPAI berawal dari inisiatif Forum Peduli Anak Indonesia sejak 2010, yang kemudian diperkuat dengan berdirinya Rumah Baca Alif pada 2016 di Kabupaten Bogor dan wilayah lainnya.

Kehadiran ruang belajar ini menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya gerakan yang peduli pada anak dan keluarga. Nama YMPAI sendiri mencerminkan semangat kepedulian menyeluruh terhadap anak sebagai generasi penerus bangsa, mencakup aspek pendidikan, kesehatan mental, lingkungan sosial, dan ketahanan keluarga.

Organisasi ini diinisiasi oleh Julie Rostina, SKM, MKM, bersama Raihana Alkaff dan Widya Risnawati. Latar belakang mereka di bidang kesehatan masyarakat mendorong lahirnya YMPAI sebagai respons atas berbagai persoalan, seperti rendahnya literasi, tingginya stigma terhadap isu kesehatan termasuk HIV/AIDS, serta minimnya akses edukasi kesehatan mental.

“Kami percaya perubahan harus dimulai dari keluarga dan komunitas, dengan pendekatan yang tidak hanya edukatif tetapi juga transformatif,” ungkap Julie disaat wawancara dalam acara Obrolan Komunitas Di RRI Pro 4 Jakarta, Senin 9 Maret 2026, melalui sambungan telp.

Julie Rostina mengatakan walau Meski menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi dan terbatasnya kolaborasi lintas sektor, YMPAI tetap konsisten melangkah dengan visi menjadi pusat unggulan ketahanan keluarga di Indonesia. (Foto : Julie Rostina)

Seiring waktu, YMPAI menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan melibatkan 27 pengurus aktif, lebih dari 30 relawan, serta menjangkau lebih dari 5.000 penerima manfaat melalui lebih dari 200 mitra komunitas.

Berbagai program unggulan seperti Rumah Bakat Indonesia (RUBI), Rumah Keluarga dan Konseling Indonesia (RKKI), Rumah Baca Alif, hingga Rumah Kajian Kesehatan dan Keluarga Indonesia (RK3I) menjadi bukti nyata kontribusi YMPAI dalam membangun masyarakat yang lebih sehat dan berdaya.

Kegiatan dilakukan secara offline maupun online, mulai dari pelatihan, pendampingan, hingga kampanye digital yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.

Meski menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi dan terbatasnya kolaborasi lintas sektor, YMPAI tetap konsisten melangkah dengan visi menjadi pusat unggulan ketahanan keluarga di Indonesia.

Kiprahnya bahkan telah menembus forum global, dengan menjadi narasumber dalam konferensi dunia di Amerika dan pembicara pada konferensi promosi kesehatan tahun 2025.

Dengan semangat kolaborasi pentahelix dan nilai empowering, caring, collaboration, serta creativity, YMPAI optimistis dapat mewujudkan Indonesia yang lebih kuat, di mana keluarga menjadi fondasi utama bagi lahirnya generasi sehat, cerdas, dan tangguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....