Menjajal Akses Stasiun Baru JIS, Estetik dan Lebih Mudah

  • 26 Jun 2026 10:52 WIB
  •  Jakarta

MATAHARI Jakarta Utara bersinar terik, namun semangat di wajah Adinnata Manggala (16) tak surut. Mengenakan kaos santai, remaja ini berdiri di peron stasiun kereta api terbaru yang kini menjadi pintu gerbang menuju Jakarta International Stadium (JIS). Baginya, stasiun ini bukan sekadar bangunan beton, melainkan harapan baru untuk bisa lebih sering mendukung tim kesayangannya, Persija Jakarta.

"Bagus sih, stasiunnya sudah oke. Apalagi buat saya yang sering nonton Persija, aksesnya jadi jauh lebih mudah," ujar Adinnata kepada RRI Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026, sembari memandang ke arah stadion yang megah dari kejauhan.

Namun, sebagai pengguna, ia tak menutup mata. Lahan parkir yang masih terbatas dan kurang tertata menjadi catatan kecil di tengah rasa puasnya.

"Harapannya parkiran diperluas lagi, biar kalau ada laga besar tidak berantakan," tambahnya.

Cerita lain datang dari Erni dan Tetimun. Dua sahabat ini rela menempuh perjalanan jauh dari Jakarta Selatan hanya untuk merasakan pengalaman baru menuju JIS menggunakan KRL Commuter Line.

Bagi mereka, transportasi publik menjadi pilihan utama karena harganya yang murah meriah. Meskipun harus melakukan transit di Stasiun Jakarta Kota dan Tanjung Priok, perjalanan tersebut tetap terasa menyenangkan.

"Ternyata enak juga ya, transportasinya gampang. Dari Jakarta Selatan ke Kota dulu, baru ke sini," kata Tetimun.

Namun, ada satu hal yang membuat mereka cukup berkeringat, yakni anak tangga menuju Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Elevasi yang tinggi menjadi tantangan fisik tersendiri bagi para penumpang.

Erni, yang mengaku pecinta olahraga, mengatakan ketinggian tangga tersebut cukup menguras tenaga. Menurutnya, fasilitas tambahan akan membuat akses menuju stadion menjadi lebih nyaman bagi semua kalangan.

"Tangga ke JPO-nya tinggi banget. Mungkin ke depannya perlu ada eskalator atau lift ya, supaya lebih nyaman untuk semua orang," saran Erni.

Meski begitu, rasa lelah mereka terbayar saat tiba di atas JPO. Desainnya yang modern dan estetik langsung memancing keinginan untuk berswafoto.

"JPO-nya bagus banget, estetik buat foto-foto!" ujar mereka kompak.

Kehadiran stasiun baru ini memang membawa angin segar. Di satu sisi, stasiun tersebut memangkas waktu tempuh dan kemacetan yang biasa menghantui kawasan Jakarta Utara saat ada perhelatan besar.

Di sisi lain, stasiun ini juga menjadi saksi bagaimana warga Jakarta semakin akrab dengan budaya menggunakan transportasi publik.

Meski masih ada beberapa pekerjaan rumah bagi pengelola, mulai dari integrasi rute agar penumpang tidak perlu memutar ke Tanjung Priok hingga penyempurnaan fasilitas pendukung seperti eskalator, stasiun ini telah resmi menjadi denyut nadi baru bagi kawasan JIS.

Bagi para penumpang, kehadiran stasiun tersebut menjadi langkah nyata menuju Jakarta yang lebih terintegrasi, di mana stadion bertaraf internasional dapat dicapai dengan cara yang sederhana dan terjangkau.

Kini, deru kereta yang berhenti di stasiun tersebut bukan lagi sekadar suara mesin, melainkan menjadi penanda kemudahan bagi setiap warga yang ingin menyambangi kemegahan Jakarta International Stadium.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....