Minim Fasilitas, Warga Priok Rakit Sendiri Palang Pintu
- 06 Apr 2026 18:45 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, Jakarta – Di tengah hiruk-pikuk kawasan Kampung Bahari Solobone, Jakarta Utara, sosok Pak Kasan (55) berdiri tegap di pinggir rel kereta api. Dengan peluit di mulut dan sebatang besi rakitan di tangan, ia menjalankan misi penting: menjaga keselamatan para pengendara yang melintasi rel kereta api tanpa palang pintu otomatis.
Pak Kasan telah menjalani profesi sebagai penjaga perlintasan sukarela ini selama kurang lebih dua tahun. Sebelumnya, ia adalah seorang pekerja bangunan dan sempat menjadi petugas parkir di area proyek tol yang kini telah dibongkar. Alih-alih menganggur, Pak Kasan memilih untuk mengabdikan diri menjaga perlintasan rel di lingkungannya sendiri, yakni RT 13/RW 15 Kampung Bahari.
Kondisi perlintasan tersebut tergolong memprihatinkan. Pak Kasan menceritakan bahwa dulu sempat ada palang pintu resmi dari pihak KAI, namun rusak akibat ulah oknum saat terjadi tawuran warga.
"Dulu sudah dibikinin sama KAI, tapi dipatahin sama yang tawuran. Besinya diambil, dibawa kabur. Akhirnya saya inisiatif bikin lagi sendiri pakai pipa besi, saya sambung-sambung lagi," ujar Pak Kasan kepada RRI Jakarta Senin 6 April 2026.
Demi keamanan, Pak Kasan harus memasang dan mencopot palang besi rakitannya tersebut setiap hari. "Kalau malam saya copot, kalau tidak nanti besinya dicuri orang lagi," kata Pak Kasan menambahkan.
Meski pekerjaannya sangat berisiko dan menguras tenaga, pendapatan Pak Kasan tidaklah menentu. Ia hanya mengandalkan pemberian sukarela dari para pengendara yang melintas. Dalam sehari, ia mengaku paling banyak mendapatkan uang rata-rata tidak lebih dari Rp50 ribu.
Motivasi utama Pak Kasan bukanlah semata-mata uang, melainkan rasa kemanusiaan. Ia sering melihat kecelakaan tragis di titik perlintasan lain yang tidak dijaga.
"Di sana-sana sering ada yang tertabrak kereta karena tidak ada yang jaga. Kalau di sini, alhamdulillah selama saya jaga belum pernah ada kejadian. Saya cuma ingin warga aman saja saat lewat," ujarnya.
Kisah Pak Kasan menjadi potret nyata kepedulian warga di tengah keterbatasan infrastruktur keselamatan publik. Ia berharap ada perhatian lebih dari pihak terkait agar perlintasan di kawasan padat penduduk seperti Kampung Bahari bisa mendapatkan fasilitas pengamanan yang lebih layak dan permanen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....