Genggaman Positif Anak Muda: Menjinakkan Kenakalan Remaja Lewat Olahraga Panco
- 26 Jul 2026 14:37 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA — Dibandingkan melayangkan tinju di jalanan atau terseret pusaran tawuran yang meresahkan, sekelompok anak muda di kawasan Cilincing Jakarta Utara memilih menyalurkan adrenalin mereka dengan cara yang jauh lebih terarah: mengadu kekuatan di atas meja panco.
Di tengah minimnya ruang ekspresi positif bagi remaja, ajang sparing panco menjadi wadah alternatif untuk merangkul energi masa muda yang meluap-luap. Salah satu anak muda yang konsisten menekuni olahraga ketangkasan ini adalah Andika Fathur Trisnaputra. Pemuda berusia 18 tahun yang baru saja menyelesaikan pendidikan SMA ini membuktikan bahwa keberanian tak perlu ditunjukkan lewat kekerasan jalanan.
"Panco itu gula-tangan," ujar Andika saat ditemui RRI Jakarta di sela-sela latihan. Sabtu 25 Juli 2026.
Menurutnya, panco bukan sekadar adu otot asal tarik, melainkan olahraga yang penuh perhitungan dan teknik khusus.
"Ada teknik-tekniknya, seperti toproll, hook, dan press. Tapi kalau untuk pemula, bagusnya toproll sama hook. Kalau press itu cukup berbahaya untuk pemula," jelas pemuda yang tergabung dalam komunitas Armstrong Priok—sebuah wadah panco lokal yang secara harfiah mengusung semangat 'tangan kuat' dari kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya.
Olahraga ini juga memiliki aturan terstruktur berdasarkan kategori berat badan, mulai dari kelas $-60$ kg, $-75$ kg, hingga kelas open ($+75$ kg ke atas). Keteraturan dan kedisiplinan inilah yang diajarkan dalam setiap sesi latihan, menggantikan budaya kekerasan liar yang kerap mengintai remaja seusianya.
Keseriusan Andika dan rekan-rekannya bukan sekadar gertak sambal. Pada tahun 2025 lalu, Andika berhasil membawa pulang gelar Juara 3 dalam ajang kompetisi panco Jasreal Power (JRP) yang digelar di Depok untuk kategori Open Class.
Meski begitu, Andika mengakui bahwa kepopuleran panco di Jakarta—khususnya Jakarta Utara—masih tergolong redup dan minim peminat jika dibandingkan dengan wilayah lain seperti Depok. Di Jakarta Utara, jumlah penggiatnya baru berkisar puluhan orang yang tersebar di beberapa titik seperti Priok hingga Kemayoran.
Melalui wadah komunitas dan latihan bersama ini, anak-anak muda ini berharap panco bisa makin populer dan mendapatkan perhatian lebih, baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat.
"Harapan saya panco ini bisa ramai lagi, banyak yang mengadakan kompetisi di daerah-daerah. Jadi pemula kalau mau ikut kompetisi tidak perlu jauh-jauh," tutur Andika. Ia juga menitipkan harapan agar pemerintah dapat memfasilitasi dan menggelar turnamen resmi secara berkala.
Di tengah bayang-bayang kenakalan remaja dan tawuran yang masih menjadi tantangan di kota besar, genggaman erat di atas meja panco ini menjadi bukti sederhana: ketika energi anak muda diberi ruang yang tepat, persaingan sengit pun bisa berubah menjadi persaudaraan dan prestasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....