Warga Muara Angke Nyaman Tinggal di Rumah Apung

  • 29 Jun 2025 08:43 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta – Suasana pagi di Kampung Apung, RT 06 dan RT 07, RW 022, Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, terasa tenang. Anak-anak tampak riang berenang di dermaga apung, sementara orang tua mereka membersihkan teras rumah panggung yang kini menjadi hunian tetap.

Kawasan ini dikenal sebagai wilayah yang kerap terdampak banjir rob. Namun sejak dibangunnya 200 unit rumah, termasuk 16 rumah apung dan 184 rumah panggung, kehidupan warga mulai berubah.

Dulu tidur di rumah, bisa kebangun dalam air. Sekarang, warga Muara Angke tidur tenang di rumah apung. (Foto: RRI/Ilyas)

Pembangunan rumah apung merupakan bagian dari program nasional tiga juta rumah berbasis gotong royong. Program ini dijalankan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan target 500 unit di Muara Angke.

Suharti (46), warga RT 06 RW 022, merasakan sendiri manfaat tinggal di rumah panggung. Ia mengaku kehidupannya kini jauh lebih aman dan nyaman dibanding sebelum tinggal di hunian baru tersebut.

“Cuma setidaknya kita enggak kebasahan lagi. Kalau dulu, kadang tidur enggak tahu kita udah di air aja, saya pernah,” ujar Suharti kepada RRI Jakarta, Sabtu 28 Juni 2025.

Ia menceritakan pengalamannya saat harus tidur di rumah adiknya, yang tergenang air rob. Tanpa sadar, ia terbangun dalam genangan air setinggi betis.

“Kalau sekarang lebih aman, lebih enak. Kemarin dapat rumah ini udah komplit, kasur, lemari, terus juga enggak perlu bayar per bulannya,” kata Suharti.

Meski demikian, masih ada ratusan warga lainnya yang belum mendapatkan hunian apung. Mereka masih tinggal di rumah lama yang rawan banjir, dan terus berharap mendapat giliran.

“Kita bersyukur, tapi juga kasihan sama yang belum dapat. Kalau banjir datang lagi, mereka pasti kerepotan,” ujar Suharti.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....