Modal Rp2 Juta, Usaha Bolu Dermiyanti Tembus Rp20 Juta Sehari
- 05 Sep 2026 06:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Ada kalanya, langkah besar justru berawal dari keberanian kecil yang nyaris tak terlihat. Dari sebuah usaha rumahan dengan modal awal Rp2 juta, Dermiyanti kini menjalankan rumah produksi kue yang mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap hari, dengan omzet mencapai Rp15 juta hingga Rp20 juta per hari.
Perjalanan itu bermula dari dapur sederhana di Muaro Bungo, Jambi, ketika Dermiyanti mulai merintis usaha pembuatan kue pada 2014. Saat itu, kapasitas produksinya masih terbatas dan usaha tersebut belum menunjukkan tanda akan berkembang seperti sekarang.
Empat tahun kemudian, tepatnya pada 2018, Dermiyanti bergabung sebagai nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani atau PNM. Ia memperoleh modal awal sebesar Rp2 juta yang kemudian digunakan untuk menopang perkembangan usaha dari tahun ke tahun.
Dukungan tersebut tidak berhenti pada permodalan. Seiring perkembangan usahanya, plafon pembiayaan Dermiyanti meningkat hingga hampir Rp10 juta dan ia juga mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan serta memperluas wawasan dalam mengembangkan produk.
Kesempatan memperluas pengetahuan datang pada 2024 ketika Dermiyanti difasilitasi PT Permodalan Nasional Madani mengikuti studi banding ke Bogor. Dari kegiatan tersebut, ia mendapatkan sejumlah pengetahuan dan resep yang kemudian dibawa pulang untuk dicoba dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar di Jambi.
“Saat pulang ke Jambi saya coba resep hasil studi banding yang diajak sama PT Permodalan Nasional Madani yaitu Roti Mandau Durian, resep yang sebelumnya pernah dicoba pembuat kue lain di Muaro Bungo tapi belum ada yang berhasil menemukan tekstur yang pas,” ujar Dermiyanti, seperti rilis yang diterima Radio Republik Indonesia atau RRI Jakarta pada Sabtu, 5 September 2026.
Tidak langsung berhasil, Dermiyanti terus melakukan percobaan hingga menemukan tekstur yang sesuai. Dari proses tersebut lahir dua produk andalan, yakni Roti Mandau Durian dan Mandau Coklat, yang kemudian mendapat respons positif dari pasar.
Permintaan yang terus meningkat membuat rumah produksinya kini beroperasi hampir sepanjang hari. Proses produksi dapat berlangsung sejak pagi hingga dini hari, sementara timnya terkadang harus menyelesaikan pekerjaan hingga waktu subuh untuk memenuhi pesanan.
| Baca juga: UMKM Naik Level Bersama Polytron |
Perkembangan usaha tersebut juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Kini Dermiyanti memiliki 15 karyawan, yang sebagian di antaranya juga merupakan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera.
“Saya juga tidak menyangka dari awal modal dua juta sekarang bisa punya 15 karyawan, yang juga menjadi nasabah Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera,” ucap Dermiyanti.
Rumah produksi Dermiyanti saat ini mampu menghasilkan hingga 3.000 bolu setiap hari. Produk yang dibuat meliputi brownies, sarang semut, Roti Mandau Durian, Mandau Coklat, dan rainbow cake yang dipasarkan ke sejumlah wilayah, seperti Bangko, Sarolangun, hingga Tebo.
Dengan harga jual sekitar Rp15.000 per bolu, perputaran usaha tersebut menghasilkan omzet harian antara Rp15 juta hingga Rp20 juta. Angka tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup besar dibandingkan kondisi ketika Dermiyanti memulai usahanya dengan modal Rp2 juta.
Selain membantu pengembangan usaha melalui permodalan dan pendampingan, PT Permodalan Nasional Madani juga memfasilitasi Dermiyanti dalam mengurus Nomor Induk Berusaha. Legalitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkuat posisi usahanya agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani Kindaris mengatakan pendampingan kepada nasabah tidak semata-mata berkaitan dengan penyaluran modal. Menurutnya, keberhasilan Dermiyanti menunjukkan bahwa modal yang dikelola dengan konsisten dapat memberikan dampak lebih luas terhadap keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami tidak pernah sekadar menyalurkan modal, kami menitipkan harapan. Kisah Ibu Dermiyanti mengajarkan kami bahwa dua juta rupiah, bila dirawat dengan kepercayaan dan ketekunan, bisa tumbuh menjadi rezeki bagi belasan keluarga di sekitarnya,” kata Kindaris.
Bagi Dermiyanti, perjalanan mengembangkan usaha selama bertahun-tahun bukan hanya tentang meningkatkan jumlah produksi dan omzet. Ia mengatakan keberanian untuk terus mencoba menjadi salah satu hal penting ketika menghadapi kegagalan dalam mengembangkan produk.
“Dari modal awal dua juta, saya belajar bahwa keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya. Ilmu dan resep dari Bogor saya bawa pulang, saya coba terus sampai berhasil walau yang lain pernah gagal,” ujar Dermiyanti.
Mengusung hastag #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif serupa tahun lalu bertajuk #CariTauLangkahBaru demi memperluas dampak dan membina nasabah unggulan agar semakin berkembang
“Kesetiaan seorang nasabah adalah cermin dari kepercayaan yang kami jaga bersama. Pada akhirnya, keberhasilan mereka adalah bukti paling jujur bahwa pendampingan kami telah sampai ke tempat yang tepat,” ujar Kindaris.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....