Negara Hadir BUMN Mou 5.000 Ton SBM Koperasi LPER Selamatkan Peternak Rakyat
- 19 Agt 2026 06:14 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Negara Hadir BUMN Mou 5.000 Ton SBM Koperasi LPER Selamatkan Peternak Rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta – Jeritan peternak rakyat terkait mahalnya harga pakan akhirnya dijawab negara. Pemerintah melalui BUMN resmi hadir dengan langkah konkret. Hal itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding - MOU bersama Koperasi Produsen LPER untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan bahan baku pakan Soybean Meal - SBM. Dalam MOU tahap awal ini, kedua belah pihak berkomitmen untuk merealisasikan penyaluran SBM sebanyak 5.000 Ton langsung kepada anggota peternak rakyat binaan Koperasi LPER di seluruh Indonesia.
MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum Koperasi LPER, H. Mulyadi Atma, dan Direktur Utama PT Berdikari, Bapak Maryadi. Penandatanganan MOU tersebut turut dihadiri oleh Direktur Operasional PT Berdikari, Bapak Agung Aulia, beserta jajaran PT Berdikari dan perwakilan Koperasi LPER.
Wujudkan Ekosistem Terintegrasi melalui Koperasi.
Ketua Umum Koperasi LPER menyampaikan bahwa kerja sama ini adalah angin segar bagi peternak. Selama ini 70% biaya produksi habis untuk pakan. Dengan adanya pasokan SBM dari BUMN, rantai pasok dipangkas dan harga bisa lebih stabil. "Ini bukti nyata negara tidak meninggalkan peternak rakyat. Dengan SBM 5.000 Ton di awal ini, kami optimis harga pokok produksi telur dan ayam bisa ditekan dan peternak bisa bangkit kembali ujarnya.

Pihak BUMN menegaskan komitmennya untuk menjadi off-taker sekaligus penyedia bahan baku utama. Langkah ini adalah bagian dari program ketahanan pangan nasional berbasis koperasi.
Dampak Langsung Kepada Peternak UMKM
Kerja sama ini diproyeksikan berdampak langsung pada peternak. Peternak tidak lagi tergantung kepada tengkulak bahkan langsung ke anggota dan mitra koperasi. Dengan pakan terjamin, produksi telur dan ayam ras meningkat. LPER diharapkan menjadi pusat distribusi dan penampung kebutuhan peternak UKM dan Anggota. Direktur BUMN terkait menyatakan, "Kami berkomitmen mengawali dari 5.000 Ton ini. Target kami adalah membangun ekosistem peternakan ayam ras yang terintegrasi dan berkeadilan."
Dengan adanya MOU ini, tuntutan peternak rakyat selama ini akhirnya menemukan titik terang. Negara hadir, BUMN bergerak, dan Koperasi LPER siap menjadi garda terdepan mensejahterakan anggotanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....