Program Desa EMAS 2026 Dorong Kewirausahaan di Tingkat Desa

  • 14 Apr 2026 17:32 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan di tingkat desa terus digencarkan. INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Pemerintah Kabupaten Kebumen menggelar Program Desa EMAS 2026 di Aula Desa Lajer, Dukuh Kademagan, Kabupaten Kebumen.

Kegiatan tersebut diikuti puluhan warga dengan fokus pelatihan pengolahan limbah pelepah pisang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi. Peserta tidak hanya belajar teknik pemintalan bahan baku, tetapi juga praktik langsung merangkai hasilnya menjadi produk siap jual.

Dalam sesi pelatihan, hadir pelaku usaha kerajinan pelepah pisang, Siswanto, yang membagikan pengalaman suksesnya. Aparatur sipil negara (ASN) Kecamatan Alian ini membuktikan bahwa limbah pelepah pisang dapat diolah menjadi komoditas bernilai tinggi.

Di sela tugasnya sebagai ASN, Siswanto mengembangkan usaha sampingan sebagai koordinator sekaligus pengepul bahan baku pelepah pisang kering. Ia mengisahkan perjalanan usahanya yang berawal dari skala kecil hingga mampu menghasilkan pendapatan tambahan yang melampaui upah minimum regional (UMR) Kebumen.

“Usaha ini kini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk biaya pendidikan anak-anak,” kata Siswanto.

Setelah sesi inspiratif, peserta mengikuti rangkaian workshop lanjutan, mulai dari perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pengelolaan keuangan, hingga pelatihan fotografi produk dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas visual pemasaran. Selain itu, peserta juga dibekali strategi optimalisasi media sosial guna memperluas jangkauan pasar.

Pendiri YIS, Sandiaga Salahuddin Uno, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan kelanjutan dari praktik pemintalan serat pelepah pisang yang sebelumnya telah dilakukan masyarakat. Materi pelatihan mencakup pengenalan bahan baku, teknik pemotongan pelepah kering, hingga penggunaan alat pemintal secara efektif.

Hasilnya, sebanyak 21 peserta dari sesi sebelumnya berhasil memproduksi tali pelepah pisang dengan total mencapai 97,3 kilogram. Produk tersebut bahkan langsung terserap pasar setelah dibeli oleh offtaker Agrominafiber.

“Tujuan kegiatan ini adalah menciptakan mindset entrepreneur, bahwa setiap hal yang ada di sekitar kita bisa jadi cuan bila diolah dengan baik,” ujar Sandiaga dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 14 April 2026.

Ia menambahkan, pelatihan tersebut diharapkan mampu mendorong masyarakat desa untuk lebih terencana dalam membangun usaha, memiliki perhitungan matang dalam pengambilan keputusan, serta memahami strategi promosi yang efektif.

“Terpenting adalah fokus membangun usaha berkelanjutan dan bisnis jangka panjang,” katanya.

Melalui Program Desa EMAS 2025, kolaborasi antara lembaga dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan wirausaha baru di tingkat desa, sekaligus mengoptimalkan potensi lokal menjadi sumber ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....