Sandiaga Uno Sebut Kisah Vini Bukti Pendampingan UMKM Mampu Ciptakan Efek Ganda

  • 30 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, menilai perjalanan pelaku UMKM asal Cigombong, Kabupaten Bogor, Vini, menjadi bukti bahwa pendampingan yang tepat, inovasi, dan pemanfaatan potensi lokal mampu mendorong usaha kecil berkembang sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Menurut Sandiaga, Vini yang mengembangkan Riva Cake dengan produk unggulan Kue Sarmut berbahan dasar talas merupakan salah satu contoh pelaku usaha yang berhasil bangkit setelah mengalami kegagalan bisnis.

Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut sejalan dengan tujuan Program Desa Emas yang digagas Yayasan Indonesia Setara, yakni membantu pelaku UMKM mengembangkan produk unggulan berbasis potensi daerah melalui pelatihan dan pendampingan.

“Yang kita kejar adalah dampak sosial dan pertumbuhan bersama. Dari usaha kecil yang naik kelas, akan lahir peluang kerja baru di masyarakat,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.

Program Desa Emas, lanjutnya, tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan manajemen usaha, pemasaran, pengembangan produk, hingga memperluas jejaring bisnis.

Sandiaga menilai produk Kue Sarmut yang dikembangkan Vini mencerminkan upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal. Produk tersebut dibuat dengan mengombinasikan tepung talas dan kue karamel sarang semut hingga menjadi salah satu produk khas Cigombong.

“Program ini bertujuan memberdayakan pelaku usaha melalui pengembangan produk unggulan berbasis potensi lokal. Dengan dukungan pendampingan dan partisipasi aktif masyarakat, UMKM dapat menjadi motor kemandirian ekonomi daerah,” ujarnya.

Vini sebelumnya sempat mengalami kegagalan saat mengembangkan usaha bakery pada 2014. Modal usaha yang mencapai sekitar Rp100 juta habis akibat produk yang tidak sesuai dengan kebutuhan pasar. Ia bahkan harus mengagunkan mobil pribadi sebelum akhirnya memutuskan merintis usaha baru di Palembang.

Setelah kembali ke Bogor, Vini mulai membangun usaha dari penjualan aneka kue basah di bazar Ramadan hingga akhirnya mengembangkan Riva Cake.

Perjalanan usahanya memasuki fase baru setelah mengikuti pelatihan Program Desa Emas. Melalui program tersebut, ia terdorong mengembangkan produk berbahan dasar talas yang kemudian dikenal sebagai Kue Sarmut.

Saat ini Riva Cake memproduksi sekitar 20 jenis kue, termasuk Kue Sarmut yang dipasarkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Cigombong.

Tidak hanya mengembangkan usahanya sendiri, Vini juga mendirikan komunitas Riva Baking Class (RBC) sekitar lima tahun lalu sebagai wadah berbagi keterampilan kepada pelaku usaha kuliner. Komunitas tersebut kini memiliki lebih dari 120 anggota dari Bogor, Tangerang, hingga Jakarta.

Sandiaga menilai langkah Vini membina pelaku UMKM lain merupakan contoh dampak berganda (multiplier effect) yang ingin diwujudkan melalui setiap program pemberdayaan UMKM.

Ia menambahkan, keberhasilan UMKM tidak hanya diukur dari peningkatan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kepada para pelaku UMKM, Sandiaga berpesan agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan usaha.

“Jangan takut memulai dan jangan takut gagal. Terus belajar, berinovasi, manfaatkan potensi lokal, serta bangun jejaring dan kolaborasi. UMKM yang mau beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri akan memiliki peluang lebih besar untuk naik kelas,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....