Bakmi Awat, Usaha Kuliner Warisan Orang Tua .

  • 25 Jul 2026 01:33 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID Jakarta - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak selalu lahir dari sebuah perencanaan bisnis yang panjang. Sebagian justru tumbuh dari usaha keluarga yang dirintis dengan penuh ketekunan, kemudian diwariskan dan diteruskan oleh generasi berikutnya. Salah satunya adalah Bakmi Awat, usaha kuliner yang kini dilanjutkan oleh Candra sebagai generasi penerus usaha yang sebelumnya didirikan oleh orang tuanya.

Candra menceritakan, Bakmi Awat pada awalnya dalam Program Teras UMKM Pro4 dimana Usahanya ini merupakan usaha yang dibangun dan dikembangkan oleh orang tuanya.

Seiring berjalannya waktu, tanggung jawab untuk melanjutkan usaha tersebut kini berada di tangannya. Bagi Candra, meneruskan usaha keluarga bukan sekadar menjaga keberlangsungan bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempertahankan apa yang telah dibangun oleh orang tua.

Bakmi Awat dikenal sebagai usaha kuliner yang menyajikan hidangan berbahan dasar mi. Berdasarkan informasi kuliner yang tersedia secara daring, Bakmi Awat di kawasan Kelapa Gading pernah tercatat menawarkan beragam pilihan menu, mulai dari bakmi, bihun, kwetiau, nasi tim, pangsit, hingga sejumlah menu pendamping lainnya. Ragam pilihan tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang ingin menikmati sajian mi dan kuliner pendamping dalam satu tempat.

Keberadaan Bakmi Awat juga telah cukup lama dikenal di lingkungan kuliner Kelapa Gading. Sejumlah ulasan daring dari pelanggan menyebutkan bahwa Bakmi Awat menjadi salah satu pilihan kuliner yang telah dikenal masyarakat setempat dan memiliki pelanggan yang datang kembali untuk menikmati menu yang disajikan. Hal ini menunjukkan bahwa usaha kuliner yang dibangun secara konsisten dapat memiliki tempat tersendiri di hati pelanggan.

Bagi Candra, melanjutkan usaha yang telah dirintis orang tua tentu memiliki tantangan tersendiri. Ia perlu menjaga kualitas usaha sekaligus mengikuti perkembangan zaman dan kebutuhan konsumen. Di tengah persaingan bisnis kuliner yang semakin beragam, keberlanjutan usaha menjadi sebuah proses yang membutuhkan ketekunan, pelayanan yang baik, serta kemampuan untuk mempertahankan cita rasa yang menjadi ciri khas.

Perjalanan Bakmi Awat menjadi gambaran bahwa UMKM keluarga dapat terus berkembang ketika generasi penerus memiliki kemauan untuk melanjutkan perjuangan yang telah dimulai sebelumnya. Dari tangan orang tua ke generasi berikutnya, usaha ini diharapkan dapat tetap bertahan dan menjadi bagian dari pilihan kuliner masyarakat.

Dengan semangat meneruskan usaha keluarga, Candra terus menjalankan Bakmi Awat dan berupaya menjaga keberadaan usaha tersebut di tengah dinamika dunia kuliner. Kisah Bakmi Awat menjadi bukti bahwa sebuah usaha yang diwariskan bukan hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga menyimpan cerita perjuangan keluarga dan harapan agar usaha yang telah dibangun dengan susah payah dapat terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....