Memanfaatkan Waktu Kosong, Malah Jadi Bisnis Kuliner Estetik Lewat Brand "RASA"

  • 26 Mei 2026 08:02 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Mengisi waktu luang di tengah kejenuhan ternyata bisa menjadi ladang bisnis yang menjanjikan jika ditekuni dengan serius. Hal inilah yang dibuktikan oleh Theresia Christin, Pemilik (Owner) RASA (@perasa.merasa), saat hadir sebagai narasumber dalam program siaran Teras UMKM di Studio Pro 4 RRI Jakarta pada Senin, 25 Mei 2026.

Dipandu oleh host Mariana Suhendi, dialog interaktif ini mengangkat tema inspiratif mengenai bagaimana memanfaatkan waktu kosong hingga akhirnya sukses bertransformasi menjadi sebuah bisnis yang konsisten berjalan.

Kisah perjalanan RASA bermula pada tahun 2020 silam, tepat saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Theresia menceritakan bahwa saat itu dirinya sedang menyusun skripsi dan harus menjalani pembatasan aktivitas (lockdown) di rumah. Untuk mengusir rasa bosan di sela-sela kesibukan akademisnya, ia memilih menyalurkan hobi baking. Berbekal latar belakang pendidikan di jurusan culinary (kuliner), kue-kue hasil eksperimennya yang diunggah ke media sosial langsung memikat hati teman-temannya hingga kebanjiran sistem pemesanan pre-order (PO).

Nama "RASA" sendiri dipilih bukan tanpa alasan yang kuat. Theresia menjelaskan bahwa ia ingin memunculkan sebuah identitas usaha yang langsung diasosiasikan dengan makanan tanpa harus menonjolkan satu menu spesifik saja. Lebih dari sekadar memanjakan lidah, ia ingin menyajikan pengalaman yang utuh bagi konsumen. Itulah mengapa RASA sangat fokus pada estetika, mulai dari tampilan visual produk, teknik plating, hingga kemasan (packaging) yang cantik dan elegan agar konsumen tetap merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menerima paket.

Lini produk yang ditawarkan oleh RASA kini semakin variatif, mulai dari soft cookies berukuran kecil, brownies, hingga bolu jadul. Bahkan, RASA juga menyediakan kue kering tematik untuk perayaan hari besar serta inovasi fortune cookies (kue keberuntungan) yang diminati oleh klien korporat sebagai media promosi unik berkonsep blind box. Bisnis ini menyasar pasar yang luas, baik penjualan langsung ke konsumen individu (B2C) maupun pemesanan dalam jumlah besar untuk keperluan acara kantor dan pernikahan (B2B).

Menghadapi tantangan persaingan yang ketat selama enam tahun berjalan, Theresia membagikan strateginya untuk tetap bertahan dan konsisten. Alih-alih sekadar mengikuti tren musiman yang cepat hilang, ia memilih untuk mempertahankan karakter menu yang klasik karena percaya rasa klasik selalu dirindukan dan memiliki memori tersendiri bagi penikmatnya. Selain menjaga kualitas produk, latar belakang pengalamannya di social media agency juga ia manfaatkan untuk mengoptimalkan digital marketing demi menghadapi masa-masa sepi order (low season).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....