Batak Center Dorong Koperasi Go Digital Perkuat Daya Saing UMKM
- 14 Jul 2026 14:51 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Batak Center mendorong koperasi masyarakat Batak melakukan transformasi digital untuk meningkatkan daya saing UMKM dan kesejahteraan anggota.
- Digitalisasi koperasi mencakup pencatatan keuangan berbasis aplikasi, sistem pembayaran digital, pemasaran pasar digital, dan pengelolaan keanggotaan yang transparan dan akuntabel.
- Transformasi digital harus tetap mempertahankan identitas budaya Batak dengan menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, dan filosofi Dalihan Na Tolu.
RRI.CO.ID, Jakarta – Batak Center mendorong koperasi masyarakat Batak bertransformasi menuju sistem digital untuk memperkuat daya saing usaha mikro kecil dan menengah serta meningkatkan kesejahteraan anggota. Gagasan tersebut disampaikan Ketua Departemen Usaha Mikro Kecil dan Menengah Batak Center, Binton Jhonson Nadapdap, dalam Program Apresiasi Budaya Batak yang disiarkan langsung dari Studio Pro 4 Radio Republik Indonesia Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026.
Dialog yang dipandu Dermawan Ismail itu mengangkat tema "Koperasi Batak Go Digital". Binton mengatakan transformasi digital menjadi kebutuhan yang harus dijalankan koperasi agar mampu mengikuti perubahan pola bisnis dan perkembangan ekonomi masyarakat.
"Koperasi masyarakat Batak harus berani bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar mampu meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat kesejahteraan anggotanya," ujar Binton. Ia menilai digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi menjadi langkah penting agar koperasi tetap relevan.
Menurut Binton, konsep koperasi go digital tidak hanya memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Ia menjelaskan digitalisasi juga mencakup pencatatan keuangan berbasis aplikasi, sistem pembayaran digital, pemasaran melalui pasar digital, hingga pengelolaan keanggotaan yang lebih transparan dan akuntabel.
Ia mengatakan penerapan sistem digital dapat meningkatkan kepercayaan anggota serta membuka peluang investasi bagi koperasi. Selain itu, produk usaha mikro kecil dan menengah Batak seperti ulos, kerajinan tangan, kuliner tradisional, dan produk kreatif lainnya berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas.
Binton juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam proses transformasi digital koperasi. "Pengurus dan anggota koperasi perlu dibekali literasi digital, pengelolaan keuangan berbasis teknologi, pemasaran digital, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan usaha," ucapnya.
Ia mendorong kolaborasi antara Batak Center, pemerintah, dunia perbankan, perguruan tinggi, dan perusahaan teknologi untuk mempercepat proses digitalisasi koperasi. Menurutnya, kerja sama tersebut akan memperkuat peran koperasi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, Binton mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas budaya Batak. "Nilai kebersamaan, gotong royong, dan falsafah Dalihan Na Tolu harus tetap menjadi fondasi pengelolaan koperasi modern," kata Binton.
Menutup dialog, Binton mengajak generasi muda Batak berperan aktif membangun koperasi yang inovatif, profesional, dan berbasis teknologi. Ia optimistis koperasi digital dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus memperkenalkan produk unggulan Batak ke pasar nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....