Kisah Sang Ratu Food Menjaga Loyalitas Pelanggan

  • 31 Mar 2026 21:46 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID,Jakarta - Dalam Program Teras UMKM, Neha owner @sangratu_food membagikan cerita di balik usahanya yang terus berkembang. Usaha kuliner ini lahir dari filosofi sederhana namun bermakna, yakni terinspirasi dari kehidupan lebah yang memiliki sosok ratu sebagai pusatnya.

Dari sanalah nama Sang Ratu Food muncul, bukan untuk menjual madu, melainkan menghadirkan produk makanan dengan kualitas yang menjadi “pusat kepercayaan” pelanggan. Usaha ini dijalankan di bidang catering dan frozen food dengan target utama keluarga yang menginginkan makanan praktis namun tetap berkualitas.

Dalam operasionalnya, Sang Ratu Food menghadirkan berbagai produk seperti catering dengan menu ayam bakar, ayam goreng lengkuas, hingga ayam woku, serta produk frozen unggulan berupa pepes ikan duri lunak dan teri crispy.Khusus jelang hari raya seperti Lebaran, mereka juga menyediakan kue kering seperti brownies kering dan bola-bola keju yang menjadi favorit pelanggan. “Kalau untuk kue kering, kita hanya ada di hari raya saja, biasanya untuk hampers atau hidangan Lebaran,” ujar Neha.

Produk-produknya dipasarkan melalui bazar, pesanan langsung, hingga jaringan pelanggan setia.

Dari sisi produksi, usaha ini tidak hanya dikelola sendiri, tetapi juga melibatkan tim dapur tetap serta tenaga freelance, terutama saat bazar. Neha juga memberdayakan masyarakat sekitar, termasuk tetangga dan mahasiswa yang sedang libur.Hal ini menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial dari usaha tersebut. “Untuk penjaga bazar kita biasanya freelance, bahkan kadang mahasiswa atau tetangga sekitar ikut terlibat,” jelasnya.

Tantangan terbesar yang dihadapi adalah fluktuasi harga bahan baku, terutama saat musim hujan. Namun, alih-alih menaikkan harga jual, Sang Ratu Food memilih strategi menyimpan stok bahan dalam jumlah besar sebagai langkah antisipasi. “Kita tidak naikkan harga, kita siasati dengan stok bahan baku supaya pelanggan tetap bisa menikmati harga yang sama,” kata Neha.

Strategi ini diambil demi menjaga loyalitas pelanggan yang selama ini menjadi kekuatan utama bisnisnya.

Dengan mengusung prinsip “serius soal rasa, santai soal harga,” Sang Ratu Food terus mempertahankan kualitas tanpa membebani pelanggan.

Menurut Neha, kepuasan pelanggan justru menjadi promosi terbaik. “Pelanggan kita malah jadi seperti marketing, mereka merekomendasikan ke orang lain karena harga tetap dan kualitas terjaga,” ungkapnya. Melalui komitmen tersebut, Sang Ratu Food tidak hanya menjual makanan, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang dengan konsumennya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....