Inflasi Jakarta September 2026 Terendah di Pulau Jawa

  • 02 Okt 2026 19:30 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Inflasi DKI Jakarta pada September 2026 tercatat 0,13% secara bulanan (mtm), melambat dibandingkan Agustus 2026 sebesar 0,15%. Secara tahunan, inflasi Jakarta mencapai 2,71% (yoy) dan menjadi yang terendah di Pulau Jawa.

Angka inflasi Jakarta tersebut juga berada di bawah inflasi nasional September 2026 yang mencapai 0,30% (mtm) dan 3,28% (yoy).

Berdasarkan data TPID Provinsi DKI Jakarta per 1 Oktober 2026, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama inflasi September dengan inflasi 0,46% (mtm) dan andil sebesar 0,08%. Meski demikian, tekanan kelompok tersebut melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi 0,81% (mtm).

“Kenaikan harga terutama terjadi pada daging ayam ras, cabai rawit, dan beras. Harga daging ayam ras meningkat seiring kenaikan harga pakan ternak dan day old chick (DOC),” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, melalui keterangan tertulis, Jumat, 2 Oktober 2026.

Lebih lanjut Iwan menjelaskan, kemarau berkepanjangan juga berdampak terhadap produksi cabai rawit di sejumlah daerah pemasok Jakarta, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kondisi tersebut membuat pasokan lebih terbatas dan mendorong kenaikan harga.

Harga beras juga meningkat akibat tingginya harga gabah serta berkurangnya pasokan akibat kekeringan di sejumlah sentra produksi. Di sisi lain, peningkatan pasokan bawang merah dan tomat seiring periode panen di sejumlah daerah sentra membantu menahan tekanan inflasi di Jakarta.

“Kelompok Kesehatan juga mencatat inflasi sebesar 0,63% (mtm) pada September 2026, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,28% (mtm). Kelompok ini memberikan andil inflasi sebesar 0,02%,” ujarnya.

Lebih lanjut Iwan menyatakan bahwa kenaikan tersebut terutama berasal dari komoditas masker yang mengalami peningkatan permintaan seiring kekhawatiran masyarakat terhadap abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Komoditas masker memberikan sumbangan inflasi bulanan sebesar 0,02% (mtm).

Sementara itu, kelompok Transportasi mengalami deflasi 0,10% (mtm), setelah pada Agustus juga mencatat deflasi 0,45%. Penurunan terutama berasal dari tarif angkutan udara seiring lebih rendahnya permintaan perjalanan pada periode long low season. Kondisi itu terjadi meskipun fuel surcharge tiket pesawat domestik meningkat dari 30% menjadi 40% dari Tarif Batas Atas (TBA).

“Tekanan dari sektor transportasi tetap muncul akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi setelah penyesuaian pada awal September 2026,” ujar Iwan.

Untuk menjaga stabilitas harga, TPID Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Dari sisi keterjangkauan harga, langkah yang dilakukan mencakup Program Pangan Bersubsidi, pasar murah oleh BUMD pangan, serta penyaluran beras, termasuk beras SPHP oleh Perum Bulog Kanwil Jakarta–Banten.

Pada aspek ketersediaan pasokan, TPID mengembangkan urban farming melalui Akademi Urban Farming dan meningkatkan kapasitas pelaku usaha melalui bimbingan teknis pengolahan pangan.

Sementara kelancaran distribusi diperkuat melalui optimalisasi distribusi pangan oleh BUMD pangan, antara lain melalui layanan truk keliling.

Adapun dari sisi komunikasi, TPID memperkuat koordinasi dan capacity building terhadap enumerator Informasi Pangan Jakarta (IPJ), termasuk strategi produksi dan distribusi komoditas cabai dan bawang.

Ke depan, strategi 4K akan terus diperkuat untuk menghadapi risiko inflasi dari faktor global dan domestik. Risiko global terutama berkaitan dengan ketidakpastian geopolitik yang dapat memengaruhi harga energi, nilai tukar, dan harga komoditas.

Sementara dari sisi domestik, risiko berasal dari potensi cuaca kering pada puncak musim kemarau serta fenomena El Niño yang dapat memengaruhi produksi pangan di sejumlah daerah sentra. TPID Provinsi DKI Jakarta menyatakan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat agar inflasi Jakarta tetap berada dalam sasaran inflasi nasional 2,5% ± 1% pada 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....