BI: Pasokan Pangan Melimpah Tekan Inflasi DKI Jakarta

  • 04 Agt 2026 14:27 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Bank Indonesia mencatat deflasi bulanan DKI Jakarta sebesar 0,15% pada Juli 2026, lebih dalam dari deflasi nasional 0,14%.
  • Melimpahnya pasokan komoditas hortikultura dan protein hewani menjadi faktor utama yang menekan inflasi di Ibu Kota.
  • Deputi Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Bambang Arianto menyatakan peningkatan pasokan berhasil mendorong penurunan harga pangan sehingga inflasi tetap terkendali.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut melimpahnya pasokan bahan pangan menjadi faktor utama yang menekan inflasi di Provinsi DKI Jakarta pada Juli 2026. Kondisi tersebut membuat Ibu Kota mencatat deflasi sebesar 0,15% secara bulanan (month to month/mtm), lebih dalam dibandingkan deflasi nasional yang sebesar 0,14% (mtm).

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Bambang Arianto, mengatakan peningkatan pasokan komoditas hortikultura dan protein hewani berhasil mendorong penurunan harga pangan sehingga inflasi tetap terkendali.

“Melimpahnya pasokan komoditas hortikultura dan protein hewani menjadi faktor utama yang menekan inflasi DKI Jakarta pada Juli 2026. Kondisi ini turut menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran,” ujar Bambang, dikutip Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan, secara tahunan inflasi DKI Jakarta pada Juli 2026 tercatat 2,50% (year on year/yoy). Angka tersebut merupakan yang terendah kedua di Pulau Jawa setelah Provinsi Banten, sekaligus lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,88% (yoy).

Menurut Bambang, terkendalinya inflasi merupakan hasil membaiknya kondisi pasokan pangan yang didukung sinergi pengendalian inflasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan seluruh anggota Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan penurunan sebesar 1,07% (mtm). Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah seiring meningkatnya pasokan dari daerah sentra produksi, seperti Brebes, Kendal, dan Jawa Barat.

Selain itu, harga daging ayam ras dan telur ayam ras juga turun karena pasokan dari Jawa Barat, Blitar, dan Lampung meningkat, sementara permintaan masyarakat relatif stabil.

Di luar kelompok pangan, kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya mengalami deflasi sebesar 0,83% (mtm) akibat penurunan harga emas perhiasan yang mengikuti koreksi harga emas di pasar global.

Sementara itu, laju deflasi masih tertahan oleh kenaikan harga pada kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran yang mengalami inflasi sebesar 0,51% (mtm), dipicu naiknya harga sejumlah makanan jadi seiring penyesuaian biaya operasional. Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga juga mencatat inflasi sebesar 0,42% (mtm), terutama karena kenaikan harga deterjen cair.

Pada kelompok transportasi, inflasi melandai menjadi 0,02% (mtm) setelah tarif angkutan udara turun seiring normalisasi permintaan pascalibur sekolah dan penurunan harga avtur untuk penerbangan domestik. Namun, inflasi masih dipengaruhi dampak lanjutan kenaikan harga BBM nonsubsidi yang diberlakukan pada Juni 2026.

Bambang menambahkan, TPID Provinsi DKI Jakarta akan terus memperkuat pengendalian inflasi melalui implementasi strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Berbagai langkah yang dilakukan meliputi pelaksanaan Program Pangan Bersubsidi, pasar murah oleh BUMD Pangan, penyaluran beras termasuk beras SPHP, penguatan kerja sama antardaerah, gerakan tanam serentak, distribusi pangan menggunakan truk keliling, hingga penyelenggaraan Festival Pangan Olahan dan Festival Urban Farming.

“Ke depan, implementasi strategi 4K akan terus diperkuat untuk mengantisipasi risiko inflasi yang berasal dari ketidakpastian global maupun potensi cuaca kering pada musim kemarau, sehingga inflasi DKI Jakarta tetap berada dalam sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen pada 2026,” kata Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....