BI DKI Resmi Luncurkan Program Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0

  • 26 Jun 2026 14:28 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta resmi memulai Program Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0, yang akan menjangkau 72 pasar tradisional yang dikelola Perumda Pasar Jaya sepanjang Juni hingga Oktober 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Program hasil kolaborasi BI DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, Perumda Pasar Jaya, serta berbagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) tersebut resmi diluncurkan di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 26 Juni 2026.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Reny Julianie F mengatakan digitalisasi pasar menjadi langkah strategis untuk menciptakan ekosistem pasar tradisional yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi sehingga mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian Jakarta.

Menurut Reny, pada pelaksanaan tahun ini BI memperluas keterlibatan Penyedia Jasa Pembayaran, baik dari sektor perbankan maupun nonbank. Langkah tersebut diharapkan menghadirkan layanan pembayaran digital yang semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal, sekaligus mempercepat transformasi digital serta memperluas inklusi keuangan di pasar tradisional.

“Program ini secara nyata mampu memperluas akseptasi transaksi digital yang tercermin dari bertambahnya merchant QRIS baru serta meningkatnya volume maupun nominal transaksi QRIS. Digitalisasi juga mencakup ekosistem pendukung pasar seperti layanan parkir dan layanan lainnya,” ujar Reny.

Ia menambahkan, selama program berlangsung BI bersama para mitra juga akan memberikan edukasi kepada para pedagang untuk meningkatkan literasi keuangan digital sehingga pemanfaatan pembayaran digital dapat dilakukan secara optimal.

Melalui perluasan penggunaan QRIS, transaksi di pasar tradisional diharapkan semakin praktis sekaligus mendorong efisiensi aktivitas perdagangan. Selain mempermudah pedagang dan pembeli, digitalisasi juga diharapkan memperkuat daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan ekonomi digital.

Ke depan, BI DKI Jakarta memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, OJK, Perumda Pasar Jaya, serta seluruh Penyedia Jasa Pembayaran guna memperluas literasi keuangan digital dan membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif serta berkelanjutan di ibu kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....