Digitalisasi Pasar Perkuat Posisi Jakarta sebagai Kota Global

  • 08 Apr 2026 13:38 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Upaya mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital di Provinsi DKI Jakarta terus menunjukkan hasil konkret. Melalui program Digitalisasi Pasar Inklusif Tahap 3, transformasi pasar tradisional menuju ekosistem digital yang modern dan terintegrasi semakin nyata, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global.

Program hasil kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek, serta berbagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) tersebut resmi dibuka pada 13 Februari 2026. Selama satu bulan pelaksanaan, sebanyak 20 pasar tradisional menjadi sasaran digitalisasi.

"Perluasan partisipasi PJP baik bank maupun nonbank menjadi kunci dalam mempercepat transformasi digital di sektor tersebut. Melalui keterlibatan lebih banyak penyedia jasa pembayaran, masyarakat kini memiliki akses terhadap layanan pembayaran yang semakin cepat, mudah, murah, aman, dan andal,” ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta Lily Mochamad Sadeli dalam acara penutupan Digitalisasi Pasar Inklusif Tahap 3, di Pasar Pal Meriam, Jakarta Timur, Rabu, 8 April 2026.

Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah merchant baru yang menggunakan QRIS, serta kenaikan volume dan nominal transaksi digital di pasar. Tidak hanya itu, ekosistem pendukung seperti layanan parkir dan fasilitas lainnya juga mulai terintegrasi dalam sistem pembayaran digital.

Menurut Lily, digitalisasi pasar tradisional tidak hanya berfungsi sebagai modernisasi sistem transaksi, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi penguatan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

“Pasar tradisional kini tidak lagi identik dengan sistem konvensional. Dengan digitalisasi, pasar menjadi sarana unggulan dalam menggerakkan perekonomian Jakarta,” ujarnya.

Selama program berlangsung, edukasi kepada para pedagang juga menjadi fokus utama. Literasi keuangan digital ditingkatkan agar para pelaku usaha mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.

Ke depan, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan berkomitmen untuk memperluas digitalisasi ke seluruh pasar tradisional di DKI Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem keuangan digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Sinergi lintas lembaga, mulai dari pemerintah daerah, otoritas keuangan, hingga pelaku industri pembayaran, diyakini menjadi fondasi utama dalam memastikan transformasi digital ini berjalan optimal.

Dengan semakin luasnya adopsi QRIS di pasar tradisional, Jakarta tidak hanya mempercepat inklusi keuangan, tetapi juga memperkokoh daya saingnya sebagai kota global berbasis ekonomi digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....