Pengiriman Produk Kulit Garut Meningkat, Malaysia Jadi Tujuan Utama

  • 07 Sep 2026 21:17 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebutuhan pengiriman barang ke luar negeri terus meningkat, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tinggal di negara lain, tetapi juga menjadi jalur bagi pelaku usaha kecil membawa produk lokal ke pasar internasional. Di Garut, Jawa Barat, produk tas dan jaket kulit menjadi salah satu komoditas yang paling banyak dikirim ke Malaysia.

Mitra agen Lion Parcel di Garut Priyanto mengatakan permintaan pengiriman internasional dari pelaku usaha lokal meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, Malaysia menjadi negara tujuan yang paling sering menerima kiriman produk kerajinan kulit dari daerah tersebut.

“Kami membantu pengrajin lokal memperluas jangkauan produknya hingga ke pasar luar negeri,” kata Priyanto dalam keterangan tertulis, Senin, 7 September 2026.

Selain mendukung pelaku usaha, pengiriman lintas negara juga dimanfaatkan masyarakat untuk mengirim kebutuhan keluarga yang bekerja di luar negeri. Taopik (43), warga Garut, mengaku rutin mengirim pakaian, makanan, dan barang kebutuhan lainnya kepada istrinya yang bekerja di Singapura.

“Biasanya istri saya meminta dikirimkan pakaian, makanan, atau kebutuhan lain yang sulit ditemukan di Singapura,” ujarnya.

Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan, layanan pengiriman internasional disebut semakin banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari kiriman pribadi hingga distribusi produk usaha.

Chief Marketing Officer Lion Parcel Kenny Kwanto mengatakan kebutuhan pengiriman ke luar negeri kini semakin beragam, baik untuk mendukung keluarga yang berada di luar negeri maupun pelaku usaha yang ingin menjangkau pasar internasional.

“Pengiriman ke luar negeri memiliki peran yang semakin relevan, baik untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga maupun mendukung pelaku usaha memperluas pasar,” kata Kenny.

Saat ini, layanan pengiriman internasional Lion Parcel menjangkau lebih dari 50 negara di lima benua. Peningkatan kebutuhan pengiriman lintas negara dinilai menjadi salah satu indikator semakin terbukanya akses bagi produk usaha mikro dan kecil Indonesia untuk menembus pasar luar negeri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....