Komponen Lokal Jadi Penggerak Industri, PTSI Perkuat Ekosistem Nasional

  • 28 Agt 2026 14:01 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Surveyor Indonesia (Persero) atau PTSI terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung pertumbuhan dan daya saing industri nasional melalui kapabilitas di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC). Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PTSI untuk mendorong terciptanya industri dalam negeri yang semakin kuat, mandiri, berkualitas, dan berdaya saing.

Penguatan industri dalam negeri membutuhkan kemampuan untuk memastikan bahwa produk dan jasa yang dihasilkan memiliki kualitas serta kapasitas yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Di saat yang sama, peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi salah satu faktor penting dalam membangun rantai pasok nasional dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.

Sebagai perusahaan yang memiliki kapabilitas di bidang TIC, PTSI mengambil peran melalui layanan pengukuran, penilaian, dan verifikasi komponen lokal dalam produk maupun jasa. Proses tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan mulai dari pre-assessment, monitoring, witnessing, hingga post-audit, sehingga capaian penggunaan komponen lokal dapat diukur secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Penguatan industri dalam negeri tidak hanya berbicara mengenai seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Lebih dari itu, kita perlu melihat bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia. PTSI mengambil peran dengan menghadirkan layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel untuk mendukung proses tersebut,” ujar Sarjuni Adicahya, Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero).

Peningkatan penggunaan komponen lokal memiliki dampak yang lebih luas terhadap ekosistem industri. Ketika industri nasional semakin banyak terlibat dalam penyediaan barang dan jasa, manfaatnya turut mengalir kepada pemasok, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja.

“Rantai pasok yang semakin kuat pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja di dalam negeri,” katanya.

Dilansir dari pemaparan saat gelaran rutin Forum Komunikasi Media dan PT Surveyor Indonesia (Persero), kebijakan yang mendorong peningkatan komponen lokal dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan industri. Salah satu pembelajaran terlihat pada industri handphone, komputer genggam, dan tablet.

Dalam periode 2014–2019, angka impor produk tersebut tercatat menurun hingga 93%, sementara produksi di dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat. Perkembangan tersebut juga diikuti dengan tumbuhnya investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.

“Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberikan ruang untuk tumbuh dan didukung oleh kebijakan yang tepat, dampaknya dapat melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” ucap Sarjuni.

Penguatan industri nasional perlu dilakukan dengan memastikan adanya keseimbangan antara ketersediaan, kualitas, dan daya saing produk dalam negeri. Industri lokal tidak hanya perlu memiliki kemampuan untuk memproduksi, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, dan menghasilkan produk maupun jasa yang kompetitif.

Dalam konteks tersebut, PTSI berperan sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung peningkatan kapasitas dan kredibilitas industri nasional. Melalui kompetensi dan pengalaman di bidang TIC, PTSI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan yang dapat mendukung pelaku industri dalam meningkatkan kualitas, kapasitas, serta daya saingnya.

Bagi PTSI, penguatan industri dalam negeri merupakan sebuah proses jangka panjang. Semakin kuat kemampuan industri nasional, semakin besar pula nilai ekonomi yang dapat diciptakan dan dipertahankan di Indonesia secara mandiri dan berkelanjutan.

Melalui penguatan penggunaan komponen lokal dan peningkatan kapabilitas industri, PTSI meyakini bahwa industri nasional dapat semakin berperan sebagai penggerak perekonomian. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....