Targetkan 6 Ribu Pengunjung, GIFA dan METEC Perkuat Rantai Nilai Industri Logam
- 09 Sep 2026 22:16 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran internasional di bidang pengecoran (founder) dan metalurgi, GIFA dan METEC Indonesia kembali berlangsung di JIExpo, Kemayoran, 9-12 September 2026. Event yang bertujuan memperkuat Rantai nilai induksi logam di Indonesia dan Asia Tenggara diikuti lebih dari 260 eksibitor Global dari 19 negara.
Event yang diselenggarakan oleh Messe Dusseldorf Asia dan PT Pamerindo Indonesia, menghubungkan produsen peralatan, para pakar, pemasok bahan baku, hingga fabrikator logam industri dari seluruh dunia untuk menjawab ekspansi pasar manufaktur Indonesia dan Asia Tenggara yang tengah berkembang pesat.
Managing Director Messe Dusseldorf Asia, Lars Wismer menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sedang berada pada fase transformasi industri yang krusial dan telah membuktikan dapat membangun kapasitas dalam skala besar. Tantangan dan peluang selanjutnya terdapat pada penguatan ekosistem hilir yang mengubah aluminium mentah menjadi produk bernilai tinggi dan kompetitif di tingkat Internasional.
| Baca juga: Berburu Thrifting, di Pasar Baru |
"GIFA dan METEC Indonesia 2026, bersama dengan Aluminium Pavilion yang baru, akan menyatukan industri pada titik kritis transformasi seraya menciptakan platform yang berkolaborasi, berinovasi dan membuka kesempatan baru di seluruh lantai nilai aluminium," ujar Lars Wismer dalam sambutannya, Rabu, 9 September 2026.
Pameran ini tidak hanya menyediakan platform bisnis, tetapi juga membawa standar teknologi internasional secara langsung kepada produsen lokal. Event ini menjadi ajang berbagi ilmu dan keahlian rekayasa, memperkuat kemitraan bisnis, serta mengevaluasi teknologi yang saat ini sudah berjalan dengan fokus khusus pada efisiensi dan keberlanjutan.
Selama empat hari penyelenggaraan, GIFA dan METEC Indonesia menampilkan jajaran penyedia teknologi terkemuka dari Asia dan Eropa. Ini memberikan kesempatan emas bagi pelaku industri domestik untuk berinteraksi langsung dengan eksibitor internasional.
Anjungan internasional menampilkan inovasi dari berbagai negara mitra yang diwakili oleh beragam eksibitor, beberapa di antaranya yakni Tiongkok, India, Singapura, Austria, Jerman, Italia dsn Spanyol.
Menurut Wismer, industri logam Indonesia sedang bergeser dari ‘seberapa banyak yang dapat di produksi’ menjadi ‘apa yang dapat kita buat darinya’. Pergeseran itulah di mana GIFA dan METEC Indonesia berdiri.
"Dengan menyatukan perusahaan pengecoran, pengolahan aluminium, dan penyedia yang membawa teknologi tersebut dalam satu panggung pameran, kami memberikan pasar sebuah tempat untuk bersama-sama memikirkan bagaimana keunggulan bahan baku Indonesia menjadi keunggulan manufaktur yang sesungguhnya,” u mi kata Mr. Wismer.
Edisi tahun ini menyoroti peresmian Aluminium Pavilion, area yang dikhususkan untuk menjawab peningkatan permintaan industri hilirisasi aluminium dalam negeri. Paviliun ini menampilkan teknologi di seluruh rantai manufaktur aluminium, mulai dari peleburan (smelting), persiapan paduan (alloy), ekstrusi, rolling, produksi kawat, pemotongan presisi, hingga daur ulang limbah logam (scrap metal).
Aluminum Pavilion hadir pada momen yang tepat seiring dengan ekspansi industri aluminium Indonesia serta berkembang pesatnya permintaan pasar terhadap komponen aluminium ringan. Material strategis ini di antaranya digunakan untuk produksi kendaraan listrik (EV), konstruksi bangunan, serta infrastruktur energi terbarukan.
“Dengan adanya kemajuan pembangunan smelter aluminium di Indonesia, perluasan kapasitas hilirisasi domestik merupakan langkah selanjutnya yang masuk akal. Aluminium Pavilion ini menyediakan akses langsung kepada teknologi yang dibutuhkan bagi para pelaku industri dalam negeri," ucap Lia Indriasari, Country General Manager PT Pamerindo Indonesia,
Penyelenggaraan GIFA dan METEC Indonesia merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menyediakan platform untuk memajukan industri pertambangan, pengecoran logam, dan metalurgi dalam negeri. Sebagai wadah yang mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam bidang ini, pameran ini berperan vital dalam membina ekosistem positif demi akselerasi perkembangan industri logam di masa depan.
“Pameran ini lebih dari sekadar ajang komersial. Antusiasme eksibitor internasional dalam berpartisipasi pada edisi ketiga ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat inovasi metalurgi dan pengecoran logam di kawasan Asia Tenggara. Kami tetap berkomitmen untuk terus mengembangkan platform ini sejalan dengan peta jalan industri Indonesia,” ujar Lia Indriasari.
Pelaku industri terkemuka dalam negeri turut hadir dalam perhelatan ini melalui deretan produsen lokal, antara lain PT Wilisindomas Indahmakmur, PT CITEC Engineering Indonesia, PT Wintherm Bara Indonesia, PT Duta Laserindo Metal, PT Presisi Digital Modern Teknologi, dan dan masih banyak lagi, membuktikan peningkatan kapabilitas manufaktur industrial Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....