HNI Sumbang Rp 963 Miliar dari Total Transaksi Penjualan Langsung Nasional
- 16 Agt 2026 07:03 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Dari total nilai transaksi sektor penjualan langsung yang mencapai Rp 7,08 triliun, 963 miliar itu merupakan kontribusi dari HNI (Halal Network International).
RRI.CO.ID, Jakarta - Industri penjualan langsung (direct selling) terus menunjukkan peran strategisnya, sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional. Dari total nilai transaksi sektor penjualan langsung yang mencapai Rp 7,08 triliun, kontribusi industri berbasis jaringan halal mencatatkan porsi yang sangat signifikan.
Kementerian Perdagangan mencatat, salah satu pelaku usaha penjualan langsung, PT Halal Network International (HNI), berhasil menyumbang transaksi sebesar Rp 963 miliar dari total angka nasional tersebut. Capaian ini membuktikan bahwa model bisnis penjualan langsung, memiliki nilai ekosistem yang kuat dan berdampak nyata, bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menegaskan besarnya kontribusi industri penjualan langsung terhadap perekonomian nasional. "Dari 7,08 triliun tersebut, 963 miliar itu merupakan kontribusi dari HNI (Halal Network International). Jadi sebegitu signifikannya penjualan langsung, dan konteksnya terhadap kontribusi dalam ekonomi Indonesia," ujar Iqbal Shoffan Shofwan, di sela-sela acara Milad HNI Beyond 14: Building The Future Together, di HNI Plaza, Kalimalang, Bekasi, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Iqbal menjelaskan, besarnya angka transaksi yang dihasilkan HNI, mencerminkan tingginya keandalan jaringan pemasaran, dan daya serap pasar terhadap produk-produk halal di dalam negeri. "Model bisnis ini tidak hanya mengandalkan transaksi ritel semata, melainkan juga investasi pada pembinaan tenaga pemasar, dan pembentukan jaringan distributor yang berjenjang," katanya.
"Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga dan melindungi ekosistem usaha penjualan langsung, agar tetap tumbuh sehat. Serta terlindungi dari praktik perdagangan yang melanggar ketentuan regulasi," tambahnya.
Melalui pengawasan dan kepastian hukum yang berkelanjutan, Kementerian Perdagangan berharap, sektor penjualan langsung dapat terus menjadi pilar penopang konsumsi domestik. Serta memberdayakan jutaan tenaga pemasar independen di seluruh wilayah Indonesia.
| Baca juga: Bank Universal BPR Rayakan HUT ke-23 |
Sementara itu, Direktur Utama Halal Network International, Agung Yulianto, menyampaikan bahwa pencapaian yang diraih perusahaan selama 14 tahun terakhir, merupakan buah dari kepercayaan konsumen, kerja keras manajemen. Serta kolaborasi bersama para mitra bisnis (leader) di seluruh Indonesia.
"Apa yang kami banggakan dalam 14 tahun ini, pertama tentu kita harus bersyukur kepada Allah SWT, bahwa ini bukan semata-mata karya kami manajemen bersama seluruh leader, tetapi atas izin Allah SWT. Yang perlu digarisbawahi adalah bukan hanya angka pertumbuhan yang kami banggakan," kata Agung.
Menurut Agung, indikator keberhasilan utama HNI terletak pada peran perusahaan, sebagai wadah tumbuh kembang basis konsumen loyal, dan ribuan wirausahawan baru (entrepreneur). Saat ini, HNI mencatat total keanggotaan mencapai 6 juta orang.
Dari jumlah tersebut, basis konsumen loyal yang melakukan transaksi belanja dalam satu tahun terakhir, mencapai 1 juta orang. Sementara itu, tingkat konsumen aktif yang konsisten berbelanja setiap bulan, berada di angka lebih dari 300.000 orang.
"Bagaimana HNI ini menjadi tempat bertumbuhnya jutaan orang, yang menjadi konsumen loyal saat ini. Jadi perlu dicatat, konsumen loyal HNI yang belanja dalam satu tahun terakhir ada 1 juta orang. Yang belanja tiap bulan, pasti belanja, itu lebih dari 300.000 orang. Jadi dari 6 juta member, ada 300.000 orang yang setiap bulan belanja, itu konsumen aktif kita," ucap Agung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....