Jasa Marga Perkuat Penciptaan Nilai Berkelanjutan
- 15 Jul 2026 18:42 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat transformasi bisnis, dengan menggeser orientasi strategi, dari semula pertumbuhan berbasis infrastruktur (growth-oriented), menjadi penciptaan nilai berkelanjutan (value-oriented). Langkah strategis itu dilakukan, selaras dengan arah transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Melalui transformasi itu, pengelolaan seluruh aset, layanan, dan jaringan jalan tol Jasa Marga Group, diarahkan agar tidak hanya menopang pertumbuhan internal korporasi. Melainkan juga memberikan dampak ekonomi dan sosial, yang lebih luas bagi masyarakat, pengguna jalan, pelaku usaha, investor, serta negara.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan perubahan paradigma itu menjadi fondasi utama, dalam memperkuat daya saing perseroan. Upaya itu diimplementasikan melalui penerapan tata kelola yang baik, digitalisasi, inovasi, serta peningkatan kualitas pelayanan, dengan menempatkan pelanggan sebagai pusat strategi bisnis, lewat prinsip Know Your Customer.
"Keberhasilan perusahaan tidak lagi hanya diukur dari besarnya aset, atau panjang jalan tol yang dikelola. Tetapi juga dari nilai yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan negara," ujar Rivan di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.
Pergeseran strategi itu juga menandai perubahan paradigma, dari infrastruktur sekadar bentuk fisik (infra as a structure), menjadi infrastruktur sebagai budaya (infra as a culture atau infraculture). Melalui pendekatan itu, Jasa Marga berkomitmen membangun ekosistem transportasi, yang mengintegrasikan konektivitas, menggerakkan roda perekonomian, dan meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan masyarakat.
“Kami ingin infrastruktur yang dikelola Jasa Marga, memberikan manfaat yang lebih besar, dari sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Infrastruktur juga harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat kepercayaan publik, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Inilah semangat infraculture yang terus kami bangun,” kata Rivan.
Saat ini, Jasa Marga menguasai 42 persen pangsa pasar panjang jalan tol komersial, yang telah beroperasi di Indonesia, atau setara dengan 1.294 kilometer (km). Secara total, emiten berkode saham JSMR itu, mengelola 36 konsesi jalan tol dengan total panjang mencapai 1.736 km, dan melayani pergerakan sekitar 3,5 juta kendaraan setiap hari.
Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience), perseroan mengoptimalkan pengelolaan data operasional secara real-time, melalui Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC). Pusat kendali itu berfungsi memantau lalu lintas, mempercepat respons penanganan insiden, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data di lapangan.
Akademisi Prof. Mohammed Ali Berawi, menilai integrasi teknologi yang dijalankan Jasa Marga sudah berjalan sangat baik. Namun, ia mengingatkan agar inovasi digital itu, tetap selaras dengan komitmen keberlanjutan demi generasi mendatang.
Sementara itu, praktisi bisnis dan akademisi Prof. Rhenald Kasali menambahkan, pendekatan digital di era baru telah mengubah ekspektasi pelayanan publik. Dan langkah Jasa Marga melalui aplikasi Travoy, merupakan bentuk adaptasi untuk menyempurnakan pengalaman pelanggan.
Selain aplikasi Travoy yang kini mencatatkan lebih dari 1,3 juta pengunduh, optimalisasi layanan juga dilakukan dengan merejuvenasi fungsi rest area, dari tempat singgah (transit area) menjadi area destinasi (destination area), guna memberdayakan pelaku usaha lokal. Perseroan juga mempermudah akses pengaduan, dengan mengintegrasikan nomor panggilan darurat (call center), menjadi satu nomor singkat, yakni 133.
Transformasi operasional itu ditopang oleh kinerja keuangan yang positif pada awal tahun. Pada Kuartal I-2026, Jasa Marga membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 5,1 triliun, atau tumbuh 10,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan itu ditopang oleh pendapatan tol senilai Rp 4,7 triliun (naik 9,4 persen), dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 397,6 miliar (tumbuh 24,4 persen). Kinerja EBITDA perseroan juga tercatat kuat sebesar Rp 3,4 triliun, dengan margin EBITDA yang terjaga di level 66,1 persen.
Di sisi lain, ekspansi jaringan jalan tol terus berjalan. Jasa Marga tengah melanjutkan pengerjaan konstruksi dan pembebasan lahan, untuk sejumlah proyek strategis, meliputi Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi, Yogyakarta–Bawen, Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, Jakarta–Cikampek II Selatan, dan Akses Patimban.
Pada masa angkutan Lebaran 2026 (Idulfitri 1447 Hijriah) lalu, empat ruas tol strategis, di luar Akses Patimban, telah dioperasikan secara fungsional tanpa tarif. Langkah itu terbukti efektif memecah konsentrasi kepadatan arus lalu lintas, memangkas waktu tempuh, serta memicu geliat ekonomi masyarakat, di sepanjang koridor wilayah pertumbuhan baru itu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....