Majalah Listrik Indonesia Sukses Gelar Energy Executive Award 2026

  • 23 Jul 2026 16:45 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Kebijakan transisi energi nasional, tidak boleh berhenti sebatas perubahan bauran energi dari fosil ke energi terbarukan. Lebih dari itu, kedaulatan dan ketahanan energi nasional hanya dapat terwujud, apabila keberhasilan transisi didukung penguasaan teknologi konversi energi di dalam negeri, serta penguatan industri nasional yang berkelanjutan.

Demikian ditegaskan Ketua Dewan Pakar Listrik Indonesia, Prof. Tumiran, dalam ajang penganugerahan Energy Executive Award 2026. Event itu digelar Majalah Listrik Indonesia, di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

"Ketahanan energi tidak cukup hanya dengan mengonversi energi fosil, menjadi energi terbarukan. Tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat tumbuh dan dikuasai di Indonesia. Politik transisi energi tidak akan berhasil, apabila kita hanya menjadi konsumen," ujar Tumiran.

Ia menekankan, pengembangan teknologi konversi energi di dalam negeri, sangat krusial untuk melahirkan industri nasional yang tangguh, sekaligus membuka lapangan kerja baru. Kebijakan pemerintah pun dituntut memberikan dukungan penuh, agar industri dalam negeri mampu menjadi pemain utama, dalam peta transisi energi.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Prof. Purnomo Yusgiantoro, yang meraih penghargaan Lifetime Achievement for Distinguished Leadership and Outstanding Contributions to Indonesia's Energy Sector, menyampaikan kedudukan energi saat ini telah bergeser, menjadi kebutuhan strategis primer bagi pembangunan nasional.

"Jika dahulu kebutuhan dasar terdiri atas sandang, pangan, dan papan, kini bertambah menjadi air dan energi. Oleh karena itu, upaya mewujudkan swasembada energi harus menjadi prioritas nasional, sekaligus mendukung target Net Zero Emission Indonesia," kata Purnomo.

Dukungan atas percepatan transformasi energi, juga disuarakan oleh kalangan legislatif. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan potensi energi baru terbarukan (EBT) Indonesia sangat berlimpah. "Sehingga momentum transisi global harus dimanfaatkan secara optimal," katanya.

Senada dengan hal itu, Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, menilai arah kebijakan energi nasional sudah memiliki peta jalan (roadmap) yang jelas, melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN), dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL). "Peta jalan tersebut memberikan optimisme, pada pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi menyatakan, pemerintah terus menggenjot diversifikasi sumber energi bersih. "Mulai dari pemanfaatan biodiesel, bioetanol, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), mikrohidro, hingga pengembangan hidrogen sebagai energi masa depan," ucapnya.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha, ajang Energy Executive Award 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang apresiasi rutin. Melainkan akselerator dalam membangun kedaulatan industri energi nasional, yang mandiri dan berdaya saing global.

Penerima Penghargaan Tokoh Energi Nasional 2026:

Dr. Ir. Suroso Isnandar, S.T., M.Sc. (Direktur Manajemen Proyek & EBT PT PLN) — Consistently Accelerating Indonesia's Renewable Energy Transition and Advancing the Nation's Energy Self-Sufficiency.

Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar Universitas Indonesia) — Recognition of Outstanding Contributions to The Advancement of Renewable Energy in Indonesia.

Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng. (Guru Besar Universitas Gadjah Mada) — Outstanding Contribution to Energy Science and Engineering.

Prof. Dr. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng. (Dirjen EBTKE Kementerian ESDM) — A Key Figure in Accelerating the National Implementation of New and Renewable Energy, Particularly Hydrogen.

Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro, M.Sc., M.A., Ph.D. — Lifetime Achievement for Distinguished Leadership and Outstanding Contributions to Indonesia's Energy Sector.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....