Laba Jasa Raharja Melonjak 138,5 Persen Menjadi Rp 2,3 Triliun
- 22 Jul 2026 10:18 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- PT Jasa Raharja meraih laba bersih konsolidasian sebesar Rp 2,30 triliun pada tahun 2025, dengan pertumbuhan 138,54 persen dibandingkan tahun 2024 yang hanya Rp 963,74 miliar.
- Pencapaian laba bersih 2025 melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 hingga 175,68 persen, menunjukkan kinerja yang sangat positif.
- Kinerja keuangan ini disahkan dalam RUPS Tahun Buku 2025 yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 20 Juli 2026, membahas laporan tahunan, keuangan, dan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jasa Raharja (Persero) membukukan kinerja keuangan positif, sepanjang tahun buku 2025, dengan meraup laba bersih konsolidasian sebesar Rp 2,30 triliun. Capaian itu melonjak 138,54 persen, dibandingkan laba bersih tahun 2024, yang sebesar Rp 963,74 miliar, sekaligus melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, hingga 175,68 persen.
Kinerja keuangan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025, yang diselenggarakan di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Selain menyetujui Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan 2025, RUPS itu juga membahas evaluasi kinerja, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK), serta laporan kepatuhan dan pengendalian internal.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyatakan lompatan kinerja itu merupakan buah dari konsistensi perusahaan, dalam melakukan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola (GCG). Serta efisiensi operasional secara berkelanjutan.
"Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan Jasa Raharja. Kami tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kinerja keuangan, tetapi juga memastikan setiap langkah perusahaan, mampu meningkatkan kualitas perlindungan dasar bagi masyarakat, memperkuat tata kelola, serta memberikan nilai tambah bagi negara," ujar Awaluddin dalam keterangan tertulis, Rabu, 22 Juli 2026.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan asuransi Jasa Raharja sepanjang 2025 mencapai Rp 8,17 triliun, naik dari Rp 7,49 triliun pada 2024. Pertumbuhan itu ditopang oleh kenaikan penerimaan premi, yang mencapai Rp 6,87 triliun. Hasil jasa asuransi tercatat melonjak menjadi Rp 1,95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh 73 persen menjadi Rp 1,40 triliun. Dengan capaian itu, laba sebelum pajak perseroan terangkat menjadi Rp 2,57 triliun.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian perseroan tumbuh menjadi Rp 20,63 triliun, dengan ekuitas mencapai Rp 12,62 triliun. Arus kas dari aktivitas operasi juga menguat signifikan, sebesar 115 persen menjadi Rp 1,74 triliun. Laporan keuangan konsolidasian itu memperoleh predikat "Wajar dalam Semua Hal yang Material", dari auditor independen. Serta mempertahankan peringkat kredit idAAA/Stable dari Pefindo.
Menurut Awaluddin, keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari aspek finansial, tetapi juga dari kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, kinerja keuangan yang sehat harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. “Karena itu, Jasa Raharja akan terus memperkuat digitalisasi layanan, memperluas kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta menghadirkan layanan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran bagi masyarakat," katanya.
Hingga Juni 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan senilai Rp 1,61 triliun, kepada 74.934 korban kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah itu, penyerahan santunan korban luka-luka, melalui mekanisme penjaminan langsung (guarantee letter) ke rumah sakit, mencapai Rp 849 miliar, atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka.
Kecepatan penyelesaian santunan untuk korban meninggal dunia, kini rata-rata membutuhkan waktu 1 hari 1 jam. Hal itu dicapai berkat integrasi sistem digital bersama Korlantas Polri, dan jaringan kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia.
Di samping layanan santunan, dan pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sebesar Rp 32,33 miliar pada 2025, perseroan juga merealisasikan 4.366 program keselamatan transportasi, selama Semester I-2026. Program itu mencakup edukasi publik, pemetaan wilayah rawan kecelakaan, operasi bersama lintas instansi, hingga inovasi teknologi keselamatan jalan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....