KAI Logistik Kelola 6,8 juta Ton Angkutan Barang hingga Mei 2026
- 18 Jun 2026 16:52 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatat pengelolaan angkutan barang sebesar 6,8 juta ton hingga Mei 2026, seiring penguatan layanan logistik berbasis kereta api dan multimoda untuk mendukung kelancaran rantai pasok nasional.
Direktur Utama KAI Logistik Yuskal Setiawan mengatakan sepanjang lima bulan pertama tahun 2026, volume angkutan tersebut terdiri dari berbagai komoditas strategis yang menopang kebutuhan sektor industri. Pada Mei 2026 saja, KAI Logistik membukukan pengelolaan angkutan barang mencapai 1,7 juta ton.
Volume terbesar berasal dari angkutan batu bara sebesar 1,1 juta ton. Selain itu, perusahaan mengangkut 267 ribu ton peti kemas, 224 ribu ton layanan pra dan purna bahan bakar minyak dan bahan bakar khusus (BBM/BBK), sekitar 38 ribu ton semen, 6 ribu ton barang ritel, serta 684 ton limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang memerlukan penanganan khusus.
"Sejumlah lini bisnis perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara year on year pada Mei 2026, pengiriman barang ritel mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen dan angkutan peti kemas tumbuh 24 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya pemanfaatan layanan logistik berbasis kereta api oleh berbagai sektor industri untuk mendukung aktivitas distribusi mereka,” kata Yuskal, di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.
Menurut dia, pertumbuhan pada segmen multikomoditas dan pengiriman barang ritel menjadi salah satu indikator meningkatnya kebutuhan industri terhadap layanan logistik yang efisien dan terintegrasi.
Selain memperkuat layanan yang telah berjalan, KAI Logistik juga memperluas portofolio bisnis melalui pengembangan layanan logistik multimoda. Pada Mei 2026, perusahaan mulai mengoperasikan layanan pengangkutan crude palm oil (CPO) dengan volume awal mencapai 17 ribu ton.
Yuskal mengatakan diversifikasi komoditas tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas pemanfaatan moda transportasi yang lebih efisien, khususnya bagi pengiriman barang dalam jumlah besar. Ke depan, pihaknya optimistis penguatan peran kereta api dalam sistem logistik nasional dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung penurunan biaya logistik nasional secara bertahap.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....