Menjaga Asa dari Generasi ke Generasi, 80 Tahun BNI Membangun Negeri
- 15 Jun 2026 15:40 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Pagi baru saja menyapa pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Deretan perahu nelayan mulai bergerak meninggalkan dermaga sederhana, sementara para nelayan bersiap menghadapi hari yang penuh ketidakpastian di laut.
Di tengah aktivitas yang berlangsung dari generasi ke generasi itu, perubahan perlahan hadir. Jika dahulu sebagian besar transaksi dilakukan secara tunai dan akses terhadap layanan perbankan terasa jauh, kini masyarakat pesisir mulai mengenal layanan keuangan digital yang lebih mudah dijangkau. Perubahan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang tahun ini memasuki usia 80 tahun.
Bagi masyarakat pesisir, akses terhadap layanan keuangan bukan sekadar soal menabung. Kemudahan bertransaksi, menerima bantuan sosial, hingga mengelola hasil usaha menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Ahmad (52), nelayan yang telah puluhan tahun melaut di pesisir Jakarta Utara, merasakan perubahan tersebut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Cilincing.
"Dulu banyak warga yang masih mengandalkan transaksi tunai dan akses ke perbankan cukup terbatas. Sekarang layanan BNI semakin mudah dijangkau. Kehadiran BNI membantu masyarakat pesisir lebih mengenal menabung dan bertransaksi secara digital," ujar Ahmad kepada RRI, Sabtu, 14 Juni 2026.
Menurut Ahmad, perubahan tersebut turut mengubah cara masyarakat mengelola keuangan mereka. Warga kini mulai terbiasa memanfaatkan layanan perbankan untuk berbagai kebutuhan ekonomi keluarga.
"Masyarakat sekarang mulai terbiasa mengelola keuangan dengan lebih baik. Ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat nelayan di Cilincing karena akses terhadap layanan keuangan semakin terbuka dibandingkan sebelumnya," kata Ahmad.
Memasuki usia delapan dekade, BNI menempatkan perluasan akses keuangan sebagai bagian dari kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi nasional. Dalam Laporan Tahunan 2025, BNI menyatakan komitmennya untuk mendukung Visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan struktur ekonomi yang inklusif dan berdaya saing.
BNI menegaskan bahwa pengembangan layanan tidak hanya ditujukan bagi masyarakat perkotaan. Perseroan juga berupaya memperluas jangkauan layanan hingga ke desa-desa, pulau-pulau kecil, dan wilayah yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap layanan keuangan formal.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan jaringan layanan dan transformasi digital yang terus dikembangkan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu inovasi yang menjadi fokus adalah pengembangan platform digital wondr by BNI.
Wondr by BNI dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin mengandalkan layanan keuangan digital. Platform tersebut mengintegrasikan berbagai layanan perbankan dalam satu aplikasi dengan pendekatan yang lebih personal dan mudah digunakan.
Dalam Laporan Tahunan 2025, BNI menjelaskan bahwa wondr by BNI menghadirkan tiga dimensi utama, yakni transaksi, insight, dan growth. Ketiga fitur tersebut memungkinkan nasabah tidak hanya melakukan transaksi keuangan, tetapi juga memahami kondisi keuangan mereka dan merencanakan masa depan secara lebih baik.
Fitur transaksi memungkinkan pengguna melakukan transfer dana, pembayaran tagihan, pembelian kebutuhan sehari-hari, hingga transaksi lintas negara secara digital. Pada 2025, BNI juga memperkenalkan layanan multicurrency yang memungkinkan nasabah mengelola berbagai mata uang asing dalam satu rekening.
Sementara itu, fitur insight membantu pengguna memahami pola pemasukan dan pengeluaran melalui pengelompokan transaksi berdasarkan kategori kebutuhan sehari-hari. Sistem tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi keuangan sehingga masyarakat dapat mengelola pengeluaran secara lebih bijak.
Transformasi digital tersebut menunjukkan perubahan besar dalam dunia perbankan. Bank kini tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam membangun literasi dan kesehatan keuangan.
Perjalanan menuju titik tersebut tentu tidak terjadi dalam waktu singkat. BNI merupakan bank pertama yang didirikan pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan pada 5 Juli 1946 atas prakarsa tokoh bangsa R.M. Margono Djojohadikoesoemo.
Dalam sejarahnya, BNI memegang peranan penting dalam memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia. Bank ini menjadi lembaga yang menerbitkan Oeang Republik Indonesia (ORI), alat pembayaran resmi pertama Republik Indonesia setelah kemerdekaan.
Laman bni.co.id yang kami akses pada Senin, 15 Juni 2026, menulis pada 1955, BNI memperoleh status sebagai bank devisa. Transformasi berlanjut pada 1996 ketika BNI menjadi bank BUMN pertama yang mencatatkan sahamnya di pasar modal melalui penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO).
Kini, setelah 80 tahun berdiri, BNI mengukuhkan posisinya sebagai salah satu institusi keuangan nasional yang memiliki jaringan global sekaligus menjangkau berbagai lapisan masyarakat di dalam negeri.
Dalam Laporan Tahunan 2025, BNI menyebut penguatan sektor produktif sebagai salah satu prioritas utama. Dukungan diberikan kepada berbagai segmen, mulai dari ritel, UMKM, korporasi, hingga institusi sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....