JIF 2026 Perkuat Posisi Jakarta Sebagai Kota Destinasi Investasi

  • 10 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jakarta Investment Festival (JIF) 2026 kembali digelar untuk memperkuat posisi Jakarta sebagai kota destinasi investasi strategis. Kegiatan tahunan ini menjadi upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendorong realisasi investasi dan percepatan pembangunan kota.

Acara yang mengusung tema Advancing Today Securing Tomorrow itu diselenggarakan sebagai forum bisnis dan investasi tahunan Jakarta. Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan JIF yang keenam sejak pertama kali digelar pada 2021.

Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Muda Unit Pengelola Jakarta Investment Centre DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Risty Mavonda Pathopang, mengatakan Jakarta Investment Centre (JIC) dibentuk untuk menjadi agen promosi investasi Jakarta. “Kita bergerak aktif melakukan promosi dengan harapan realisasi investasi kita meningkat di Jakarta,” ujar Risty saat dialog bersama Pro 1 Jakarta, Rabu 10 Juni 2926.

Ia menjelaskan, JIC memiliki tiga satuan pelaksana yang bertugas di bidang riset, promosi, dan fasilitasi kerja sama investasi. Menurut dia, keberadaan unit khusus ini membuat Jakarta lebih ramah investasi dibanding daerah lain yang belum memiliki lembaga serupa.

Pada bidang riset, JIC melakukan kurasi proyek-proyek investasi dari berbagai BUMD agar sesuai dengan minat investor. “Kita setiap tahun melihat minat investor itu di sektor apa, lalu proyek-proyeknya kita kurasi untuk dipromosikan,” kata Risty.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Unit Pengelola Jakarta Investment Centre DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Lailatul Mukarromah, menuturkan JIF tidak hanya menjadi ajang promosi proyek. Menurutnya, JIF juga membangun kepercayaan investor terhadap visi jangka panjang Jakarta.

“JIF tidak hanya sekadar mempromosikan suatu proyek, tetapi juga membangun kepercayaan investor terhadap visi besar dan komitmen jangka panjang Jakarta,” ujar Lailatul.

Dalam JIF 2026, panitia menawarkan 40 proyek investasi strategis dengan total nilai mencapai Rp271,3 triliun. Proyek-proyek itu berasal dari BUMD, BUMN, BLUD, dan BLU yang bergerak di sektor transportasi, properti, utilitas, logistik, hingga kawasan terpadu.

"Forum tersebut membuka peluang kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, inovator, dan investor global," ujarnya.

Lailatul menyebut JIF 2026 hadir dengan format baru sebagai One Stop Investment Destination. Rangkaian kegiatan terdiri dari Road to JIF 2026 dan JIF Summit yang menghadirkan pameran, presentasi proyek, diskusi tematik, hingga sesi bisnis matching.

“Di JIF Summit nanti ada exhibition, project presentation, podcast, mini workshop, dan diskusi tematik dalam tiga pavilion utama,” kata Lailatul. Tiga pavilion tersebut mengusung subtema Future Proof City, Minds to Market, dan Capital That Connects.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap penyelenggaraan JIF 2026 mampu meningkatkan minat investasi dan memperluas jejaring kemitraan strategis. Dengan begitu, Jakarta diharapkan semakin kuat sebagai pusat investasi dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....