Kinerja Solid, PT Mayora Indah Catat Penjualan Rp 38,68 Triliun di Tahun 2025
- 04 Jun 2026 20:18 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah ketidakpastian ekonomi global, gejolak geopolitik, serta kenaikan harga sejumlah bahan baku utama, PT Mayora Indah Tbk berhasil membukukan penjualan sebesar Rp38,68 Triliun pada tahun 2025, meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,07 triliun.
Perusahaan berhasil mempertahankan kinerja usaha yang solid di tengah berbagai tantangan global, termasuk lonjakan harga komunitas kopi dan kakao yang memberikan tekanan terhadap industri makanan dan minuman.
Direktur PT Mayora Indah Tbk, Wardhana Atmadja menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, perseroan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tingginya harga kopi dan kakao sebagai bahan baku utama produksi memberikan tekanan terhadap biaya produksi, sementara kondisi pasar mengharuskan perseroan tetap menjaga daya saing harga produknya.
"Untuk menjaga daya saing di tengah kondisi tersebut, perusahaan terus menjalankan berbagai strategi, mulai dari inovasi produk, peningkatan efisiensi operasional, pengendalian biaya produksi, hingga menjaga harga jual yang kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk," ujar Wardhana dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025 dan Penggunaan Keuntungan Tahun Buku 2025 dengan membagikan Deviden Tunai sebesar Rp60,- per saham.
Wardhana menambahkan, strategi ini menjadi pondasi penting dalam mempertahankan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas jangkauan pasar domestik dan internasional. Harga kopi dan coklat yang sudah mulai menurun pada tahun 2026 memberikan harapan adanya peningkatan margin pada tahun 2026, komposisi penjualan ekspor perseroan yang signifikan dan memiliki banyak negara tujuan mendukung perseroan untuk terus bertumbuh dengan stabil.
Menurutnya, Perseroan memandang prospek industri makanan dan minuman masih tetap positif, didukung oleh stabilnya konsumsi rumah tangga dan permintaan pasar ekspor yang terus terjaga. Namun demikian, Perseroan tetap mencermati berbagai tantangan global yang berpotensi mempengaruhi rantai pasok, biaya logistik dan harga komoditas.
"Kami akan terus memperkuat inovasi, menjaga efisiensi operasional, memastikan ketersediaan bahan baku, serta memperluas pasar dalam dan luar negeri. Dengan strategi yang adaptatif dan dukungan penuh pemangku kepentingan, kami optimis dapat terus meningkatkan daya saing dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Wardhana.
Dengan pondasi bisnis yang kuat, portofolio merek yang telah dikenal luas, serta jaringan distribusi yang menjangkau berbagai negara, Perseroan optimis dapat terus bertumbuh dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, konsumen, mitra usaha dan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....