Perkuat Pasokan Pupuk Domestik, Indonesia Berpotensi Perluas ke Pasar Global
- 13 Apr 2026 22:09 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Meningkatnya permintaan pupuk global di tengah gangguan distribusi internasional membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas ekspor, khususnya untuk komoditas urea.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah negara mulai mencari pasokan pupuk dari Indonesia seiring terganggunya rantai distribusi global. Negara seperti India, Australia, dan Filipina disebut telah menunjukkan minat untuk mengimpor
pupuk dari Indonesia.
“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujarnya.
Gangguan distribusi tersebut turut mendorong kenaikan harga pupuk global dalam beberapa waktu terakhir, mencerminkan tekanan pada sisi pasokan di pasar internasional. Di sisi industri, produsen pupuk nasional melihat situasi global saat ini justru membuka ruang bagi Indonesia untuk memainkan peran yang lebih besar dan strategis.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyampaikan bahwa ketahanan pasokan pupuk nasional ditopang oleh kapasitas produksi yang kuat, dengan total mencapai 14,8 juta ton per tahun, termasuk Urea sebesar 9,4 juta ton. Kapasitas tersebut memberikan fleksibilitas bagi Indonesia untuk merespons peluang ekspor tanpa mengganggu pasokan pupuk di dalam negeri.
“Di tengah dinamika global yang menekan pasokan di banyak negara, sektor pupuk justru menempatkan Indonesia dalam posisi yang lebih kuat. Dari 9,4 juta ton total kapasitas produksi urea, kita bisa ekspor antara 1,5 sampai 2 juta ton tergantung dari kebutuhan dalam negeri,” kata Rahmad Pribadi dalam keterangan resminya, Senin, 13 April 2026.
Menurutnya, pemanfaatan ruang ekspor tersebut tetap dilakukan secara terukur, dengan mempertimbangkan kondisi pasokan domestik serta kebutuhan petani sebagai prioritas utama.
“Terkait ekspor pupuk, kami senantiasa mengikuti kebijakan dan arahan pemerintah, dengan memastikan kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi,” ucapnya.
Dengan pendekatan tersebut, potensi ekspor dinilai tidak hanya memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu penopang pasokan pupuk global di tengah ketidakpastian rantai distribusi saat ini.
Posisi Indonesia sebagai produsen urea yang mampu menjaga stabilitas pasokan tersebut dinilai tidak terlepas dari penguatan kapasitas dan efisiensi yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, termasuk optimalisasi produksi dan distribusi untuk menjaga ketersediaan pupuk di berbagai wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....