Digitalisasi BTN Buka Akses KPR tanpa Antre

  • 03 Mar 2026 07:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Di tengah harga rumah yang terus melambung dan pendapatan yang tumbuh lebih lambat, akses pembiayaan menjadi kunci yang sering kali tak terlihat dalam perdebatan soal krisis hunian. Transformasi digital yang dilakukan Bank BTN lewat Super App Bale by BTN menjadi upaya memotong jarak—secara geografis dan birokratis—antara keluarga berpenghasilan terbatas dan kepemilikan rumah.

Alih-alih sekadar modernisasi aplikasi, langkah ini memperlihatkan bagaimana digitalisasi perbankan dikaitkan langsung dengan agenda besar pemerintah: percepatan pembiayaan perumahan rakyat dan Program Tiga Juta Rumah.


Gedung BTN. (Foto: btn.co.id)

Di Bekasi, Ahmad Faisal (47) mengingat betul ketika memiliki rumah terasa seperti mimpi panjang. Dengan penghasilan setara Upah Minimum Regional atau UMR, ia sempat mengira bekerja bertahun-tahun tak akan cukup untuk membeli hunian.

“Alhamdulillah dengan program bantuan dari BTN, saya hari ini memiliki rumah yang layak huni untuk keluarga dan anak-anak,” ujar Faisal kepada RRI Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.

Ia membandingkan pengalaman menyewa rumah dengan mencicil KPR. Menurutnya, kontrak hanya menguras penghasilan tanpa kepastian aset di masa depan.

“Daripada kita ngontrak, lebih baik kita nyicil rumah untuk kita sendiri. Kalau lunas jadi hak milik kita,” ucapnya.

Kisah Faisal adalah potret persoalan yang lebih luas. Harga tanah meningkat, sementara akses informasi dan proses kredit sering dianggap rumit, terutama bagi pekerja informal dan generasi muda yang terbiasa serba digital.

Pada 9 Februari 2025, bertepatan dengan usia ke-75 tahun, BTN resmi meluncurkan Bale by BTN di Istora Senayan, Jakarta. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengatakan aplikasi ini dirancang sebagai “rumah” layanan finansial terintegrasi, termasuk pembukaan rekening, transaksi, hingga pengajuan KPR secara daring.

“Per hari ini, Bale sudah tersambung dengan 2,3 juta user dan volume transaksi sebesar Rp6,6 triliun per bulan. Setiap bulan terdapat 100.000 pengguna baru,” kata Nixon dalam peluncuran tersebut seperti dipublikasi laman resmi btn.co.id.

Data BTN menunjukkan hingga akhir Desember 2024, saldo tabungan digital meningkat hampir 43% secara tahunan menjadi Rp16,76 triliun. Saldo eDepo melonjak 103,84% menjadi Rp5,3 triliun, sementara saldo merchant naik 58,6% menjadi Rp2,49 triliun.

SEVP Digital Business BTN, Thomas Wahyudi, menyebut peningkatan ini sebagai “lompatan signifikan” dalam transaksi digital. Menurutnya, mayoritas pengguna aktif berasal dari segmen milenial dan produktif yang terbiasa menggunakan mobile banking.

Lebih jauh, digitalisasi ini terhubung dengan kebijakan publik. Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, sejak 20 Oktober 2024 hingga 5 Februari 2025, BTN dan BTN Syariah membiayai 23.313 unit rumah atau hampir 76% dari total penyaluran FLPP yang mencapai 93.484 unit.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi tersebut dalam mendukung target pembangunan dan renovasi tiga juta rumah per tahun. “Saudara-saudara telah membantu perjuangan perumahan rakyat,” ujarnya.

Di balik angka-angka itu, digitalisasi KPR berarti memangkas kunjungan fisik ke kantor cabang dan mempercepat proses unggah dokumen. BTN bahkan menyatakan tengah menyiapkan integrasi e-notaris agar akad kredit dapat terdigitalisasi ketika sistemnya tersedia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....