Harga Pangan Naik Jelang Ramadan, Warteg Mulai Tertekan

  • 04 Feb 2026 10:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta – Harga pangan di Jakarta mulai mengalami kenaikan menjelang bulan Ramadan meskipun pemerintah memastikan stok pangan aman. Kenaikan harga ini dirasakan pelaku usaha warung makan tegal atau warteg karena biaya belanja harian meningkat sementara harga jual sulit dinaikkan.

Mukroni, Chief Executive Officer di Koperasi Warung Tegal Nusantara atau Kowantara, mengatakan stok bahan pangan tersedia di pasar namun harga mulai merangkak naik. “Kalau barang aman memang aman, cuma harga pada naik menjelang puasa dan ini bikin pedagang pusing,” ujar Mukroni dalam wawancara radio di Pro 1 RRI Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026. 


Mukroni (kiri), Chief Executive Officer Koperasi Warung Tegal Nusantara, menyampaikan kondisi kenaikan harga bahan pangan saat wawancara daring di radio Pro1 RRI Jakarta pada Rabu, 4 Februari 2026). Ia menilai stok tersedia namun lonjakan harga menekan pedagang warung makan tegal. (Foto: tangkapan layar wawancara zoom meeting)

Ia mencontohkan harga Minyak Kita yang sudah menyentuh sekitar Rp 19.000 per kilogram sebelum Ramadan. “Biasanya pas puasa bisa naik lagi dan kenaikannya bertahap,” ucapnya.

Menurut Mukroni, komoditas lain seperti cabai, bawang, telur, dan beras juga menunjukkan tren kenaikan. “Cabe rawit bisa sampai Rp 17 ribuan, ayam sekarang di kisaran 30 sampai 35 ribu per kilogram,” ujarnya.

Data laman Info Pangan Jakarta yang kami akses Rabu, 4 Februari 2026 menunjukkan sejumlah komoditas memang bergerak naik seperti beras premium, daging sapi, ayam ras, gula pasir, serta gas elpiji tiga kilogram. Sementara itu, beberapa bahan seperti minyak goreng curah, bawang merah, dan telur ayam ras tercatat turun tipis dibanding hari sebelumnya.

Mukroni menjelaskan pedagang warteg menyiasati kondisi ini dengan efisiensi porsi dan belanja bahan. “Yang biasa tiga sendok jadi dua sendok, telur pilih yang kecil, supaya harga jual tidak naik,” ujarnya.

Ia menambahkan margin usaha warteg kini menipis dibanding sebelumnya. “Kalau dulu bisa sepuluh sampai lima belas persen, sekarang sepuluh persen saja sudah bagus karena harus menutup sewa dan gaji,” kata Mukroni.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Pramono Anung Wibowo memastikan stok pangan aman menjelang Imlek dan Ramadhan hingga Idul Fitri. Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga menyiapkan program pangan murah keliling untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....