Mujahid Rasyid, Santri Muda yang Tekun Menuntut Ilmu dan Berkarya

  • 17 Sep 2026 05:27 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Mujahid berharap kegiatan pemberitaan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memberikan edukasi agar masyarakat lebih berhati-hati dan bijak dalam menyaring informasi.

RRI.CO.ID, jakarta - Mujahid Rasyid, pemuda asal Pasar Tandikat, merupakan salah satu generasi muda yang memilih menekuni pendidikan di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas sejak 2018. Lahir pada 20 Juni dan berasal dari suku Sikumbang, Tandikat, Mujahid kini menjalani kesehariannya sebagai santri. Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, putra dari Yazulkanani yang bekerja sebagai buruh harian lepas dan Nurmaliasni yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga.

Selama menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas, Mujahid berhasil meraih juara pertama lomba muhadarah tingkat Aliyah. Prestasi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan pendidikannya sebagai santri. Menurut Mujahid, pendidikan pesantren sangat baik karena tidak hanya memberikan pemahaman ilmu agama secara lebih mendalam, tetapi juga mengajarkan cara bersikap dan berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menjalani pendidikan dan berbagai kegiatan, ia juga mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

(Foto : Mujahid Rasyid)

Baca Juga : Afdhalu Rizki Ajak Pemuda Minangkabau Aktif Berorganisasi

Baca Juga : Mira Gusniwati: Mengabdi lewat Pendidikan dan Kewirausahaan

Rasyid juga menceritakan perihal dirinya menyukai bermain bola, disaat wawancara melalui sambungan telp, dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba lamak di danga, Rabu malam, 16 September 2026.

"Saya Sejak tahun 2020 rutin bermain futsal bersama teman-teman setiap Kamis malam. Bagi saya kegiatan bermain futsal menjadi ruang untuk berolahraga sekaligus menjaga hubungan baik dengan teman sebaya saya. Meski aktif dalam berbagai kegiatan, Mujahid tetap memegang teguh nasihat orang tuanya yang sederhana namun bermakna, yakni “Jangan tinggalkan sholat.”, Ujar Rasyid.

(Foto : Mujahid Rasyid)

Baca Juga : Baresan Incuputu Pangauban, Merawat Sungai lewat Dharma

Mujahid juga memiliki pandangan tersendiri mengenai seni dan budaya. Menurutnya, seni membuat kehidupan menjadi lebih berwarna dan menjadi sarana untuk menyalurkan karya maupun hobi. Di lingkungan Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas, ia mengenal seni berbicara yang digunakan dalam kegiatan ceramah. Keindahan berbicara itu terlihat dari pemilihan kata, permainan nada yang naik turun, serta gaya penyampaian yang berbeda dari setiap orang. Menurutnya, kemampuan tersebut penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan nyaman oleh pendengar.

(Foto : Mujahid Rasyid)

Ke depan, Mujahid berharap kegiatan pemberitaan di tengah masyarakat tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mampu memberikan edukasi agar masyarakat lebih berhati-hati dan bijak dalam menyaring informasi. Kepada anak muda Minang khususnya dan generasi muda pada umumnya, ia berpesan agar tidak menyia-nyiakan masa muda. “Tetaplah semangat dalam berkarya, jangan menyia-nyiakan masa muda dengan berlalai-lalai, carilah ilmu sebanyak mungkin dan berbuat baiklah kepada semua orang,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....