Saatnya Indonesia Bangkit melalui Food, Fun, dan Fashion

  • 26 Agt 2026 18:41 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Saatnya Indonesia Bangkit melalui Food, Fun, dan Fashion

RRI. CO.ID, Jakarta - Semangat untuk mengembangkan budaya Indonesia agar semakin dikenal di dunia internasional menjadi salah satu pembahasan dalam program Suara Budaya Nusantara yang mempertemukan RRI Malang dan RRI Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Mengangkat tema “Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung”, program yang disiarkan secara berjaringan RRI Pro 4 Network ini menghadirkan KRT. Eko Agus Susilo, S.Sos., M.Si., dosen sekaligus budayawan, sebagai narasumber. Acara dipandu oleh Host RRI Malang Mamik Dwi Purwaningsih dan Host RRI Jakarta Nova Calysta.

Dalam perbincangan tersebut, Eko mengajak masyarakat untuk tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mengembangkannya menjadi kekuatan yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, pengembangan budaya Indonesia dapat didorong melalui konsep 3F, yakni Food, Fun, dan Fashion. Kuliner, kreativitas yang menyenangkan, serta dunia fesyen merupakan bagian dari kekayaan budaya yang memiliki potensi besar untuk membawa nama Indonesia ke pentas internasional.

Eko juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah memiliki kejayaan sebagai salah satu negara penghasil tekstil terkemuka. Karena itu, menurutnya, bukan sesuatu yang mustahil jika kejayaan tersebut dibangkitkan kembali dengan inovasi, kreativitas, dan dukungan generasi muda.

“Mari kembangkan budaya Indonesia menjadi nomor satu di dunia melalui 3F, Food, Fun dan Fashion. Dulu Indonesia pernah menjadi penghasil tekstil nomor satu di dunia, mari kita kembalikan lagi gelar tersebut,” ujar Eko.

Ia menilai perkembangan dunia digital dan industri fashion saat ini banyak dipengaruhi oleh negara-negara seperti Korea, Italia, Jerman dan negara lainnya. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan budaya, kreativitas, bahan lokal, serta sumber daya manusia yang tidak kalah potensial.

Menurut Eko, tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dikemas secara modern tanpa kehilangan identitas budaya Indonesia. Teknologi digital juga harus dimanfaatkan sebagai sarana promosi agar karya-karya anak bangsa dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 2026 dinilai menjadi waktu yang tepat untuk membangkitkan kembali rasa percaya diri dan semangat berkarya.

Semangat kemerdekaan, kata Eko, tidak cukup hanya diwujudkan melalui perayaan seremonial. Kemerdekaan juga harus menjadi momentum untuk membangun bangsa melalui kreativitas, budaya dan karya anak negeri.

“Ini momentumnya untuk kita kembali bangkit dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang luar biasa, yang kebudayaannya dikenal di dunia internasional dan menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri.”

Melalui budaya, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat identitas sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif. Kuliner khas Nusantara, fashion berbasis kain tradisional, seni pertunjukan, kerajinan, hingga berbagai kreativitas anak muda dapat menjadi kekuatan baru Indonesia di tengah persaingan global.

Pesan yang mengemuka dalam Suara Budaya Nusantara kali ini adalah bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu. Budaya adalah aset masa depan yang harus terus dirawat, dikembangkan, dipromosikan, dan dibuat relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan semangat “Rawe-rawe Rantas, Malang-malang Putung”, masyarakat Indonesia diajak untuk berani bergerak, berkarya dan mengambil peran, sehingga budaya Indonesia tidak hanya menjadi kebanggaan di negeri sendiri, tetapi juga mampu menjadi identitas yang diperhitungkan di dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....