Mengenal Batimung: Rahasiah Kebugaran dan Warisan Budaya Perempuan Banjar

  • 23 Apr 2026 22:20 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Program siaran nasional "Suara Budaya Nusantara" yang disiarkan langsung dari studio RRI Pro 4 Jakarta dan RRI Banjarmasin pada Rabu (22/4/2026), mengangkat topik mengenai kearifan lokal Kalimantan Selatan. Host Nova Calysta dari Jakarta dan Anissa dari Banjarmasin.

Mengupas tuntas tradisi Batimung, sebuah metode perawatan tubuh tradisional khas masyarakat Banjar. Dalam dialog ini, hadir sebagai narasumber Dra. Hj. Siti Saniah, M.Pd, Ketua Komunitas Perempuan Banua, yang menjelaskan bahwa Batimung bukan sekadar mandi uap biasa, melainkan warisan leluhur yang sarat akan nilai filosofis dan kesehatan.

Dra. Siti Saniah menjelaskan bahwa secara teknis, Batimung dilakukan dengan cara mengurung tubuh di dalam gulungan tikar purun dan memaparkannya pada uap panas dari rebusan rempah-rempah atau jajarangan. Tradisi ini diyakini terinspirasi dari legenda Putri Junjung Buih yang memiliki aura kecantikan luar biasa. Bagi masyarakat Banjar, Batimung menjadi ritual wajib bagi calon pengantin untuk memancarkan aura, serta bagi ibu yang baru melahirkan guna mengembalikan kebugaran tubuh dan menjaga keharmonisan rumah tangga.

Keunikan Batimung terletak pada penggunaan alat-alat tradisional yang masih dipertahankan hingga kini, seperti tikar purun, bangku, dan kuali tanah liat sebagai wadah rebusan. Meski kini banyak salon kecantikan modern yang menawarkan layanan serupa dengan alat elektrik, Siti Saniah menekankan bahwa cara tradisional memberikan pengalaman yang berbeda. Prosesi ini biasanya dipandu oleh seorang juru timung yang mengawali ritual dengan doa, memberikan sentuhan spiritual agar manfaat kesehatan dan keselamatan bagi yang menjalani ritual dapat tercapai secara maksimal.

Lebih lanjut, narasumber menjelaskan bahwa bahan-bahan yang digunakan dalam rebusan uap disesuaikan dengan kebutuhan individu. Misalnya, penggunaan daun laos dan serai dipercaya dapat membantu proses penyembuhan penyakit tertentu, seperti sakit kuning atau gangguan kebugaran akibat faktor alam (wisah). Uap panas yang dihasilkan bekerja menembus pori-pori kulit untuk mengeluarkan racun melalui keringat yang mengucur dari ujung kaki hingga ubun-ubun, sehingga tubuh terasa lebih ringan dan bersih.

Sebagai penutup, Siti Saniah mengajak generasi muda untuk tetap melestarikan kearifan lokal ini di tengah gempuran tren kecantikan modern. Batimung merupakan identitas budaya yang membuktikan bahwa masyarakat lokal sejak dulu telah memahami konsep kesehatan holistik yang menyeimbangkan kecantikan fisik dan keseimbangan batin. Melalui edukasi dalam program Suara Budaya Nusantara ini, diharapkan masyarakat luas semakin mengenal dan menghargai kekayaan tradisi Nusantara yang ada di tanah Banjar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....