Wayangan Ruwat Hutan, Ikhtiar Merawat Alam di Universitas Indonesia

  • 06 Agt 2026 00:15 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Mengusung semangat pelestarian alam dan budaya, kegiatan ini menghadirkan pergelaran wayang purwa sebagai ruang refleksi bersama untuk membangun kembali hubungan harmonis antara manusia dan semesta.

RRI.CO.ID, Jakarta - Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bersama Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Komoenitas Makara, dan Urban Spiritual Indonesia akan menggelar Wayangan Ruwat Hutan pada Sabtu pagi, 29 Agustus 2026, di Hutan Universitas Indonesia, Depok. Mengusung semangat pelestarian alam dan budaya, kegiatan ini menghadirkan pergelaran wayang purwa sebagai ruang refleksi bersama untuk membangun kembali hubungan harmonis antara manusia dan semesta.

Di bawah rindangnya pepohonan Hutan UI, suara gamelan dan kisah-kisah adiluhung Nusantara akan berpadu dengan suasana alam yang menenangkan. Wayangan Ruwat Hutan tidak sekadar menjadi pertunjukan seni tradisi, tetapi juga sebuah ritual budaya yang sarat makna. Melalui filosofi ruwatan, masyarakat diajak merenungkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis sebagai bagian dari tanggung jawab bersama terhadap bumi.

(Foto: Komoenitas Makara)

Baca Juga : Swara SeadaNya & Panji Laras Matangkan Sutasoma Project menuju Pentas

Baca Juga : Urban Spiritual Indonesia & Tempo Grup Ajak Kesadaran Harmoni Batin

Perhelatan ini menjadi perjumpaan istimewa antara dunia akademik, kebudayaan, dan kebijakan publik. Kehadiran berbagai elemen bangsa dalam satu ruang spiritual menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas ilmuwan atau pegiat lingkungan, melainkan gerakan kolektif yang tumbuh dari kesadaran budaya. Hutan Universitas Indonesia pun menjadi simbol hidup yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kearifan leluhur.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan kirab budaya dari Gedung Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia menuju lokasi acara di Hutan UI. Kirab tersebut menjadi lambang perjalanan batin menuju keselarasan dengan alam, sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai gotong royong, penghormatan terhadap tradisi, dan kecintaan pada lingkungan yang diwariskan para leluhur.

(Foto: Komoenitas Makara)

Baca Juga : Sanggar Satria Sunda Sakti Kota Bogor Konsisten Lestarikan Budaya Sunda

Baca Juga : Keboen Sastra, Ruang Tumbuh Anak Jalanan lewat Seni dan Pendidikan

Baca Juga : Cucu Nenek FC, Komunitas Sepak Bola yang Merajut Persaudaraan tanpa Batas

Panitia akan membuka pendaftaran secara daring dan gratis bagi masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ini, termasuk kirab budaya. Seluruh peserta dan tamu undangan diwajibkan mengenakan Wastra Nusantara sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia. Melalui Wayangan Ruwat Hutan, penyelenggara berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga hutan bukan sekadar upaya melestarikan alam, tetapi juga merawat identitas, spiritualitas, dan masa depan bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....