Menilik Jejak Kerajaan Tarumanagara lewat Kunjungan Situs di Bogor
- 21 Jul 2026 23:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menelusuri rekam jejak peradaban masa lalu selalu menyimpan pesona tersendiri bagi siapa saja yang mengaguminya. Lembaran kisah kejayaan Nusantara kini kembali disingkap melalui penjelajahan langsung ke berbagai situs bersejarah di Bogor. Upaya merawat ingatan kolektif ini menjadi langkah penting untuk menyapa kembali keagungan leluhur bangsa. Langkah nyata tersebut dihadirkan agar narasi sejarah tidak sekadar menjadi catatan kusam, melainkan terus bernapas di tengah masyarakat.
Penjelajahan sejarah ini sengaja digelar untuk menyambut dua momen istimewa dalam dunia purbakala tanah air. "Dalam rangka Hari Purbakala ke-113 dan peringatan 50 Tahun IAAI," judul tema dari media promo online. Agenda ini menjadi ajang kumpul bagi masyarakat dan pencinta budaya untuk melangkah lebih dekat dengan warisan bangsa. Penelusuran bersama ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki yang lebih dalam terhadap cagar budaya kita.
Fokus perjalanan kali ini mengajak peserta menyelami peninggalan megah salah satu kerajaan tertua di Tanah Pasundan. "MENILIK jejak-jejak Kerajaan Tarumanagara, yaitu Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Muara Cianten, Prasasti Ciaruteun, dan Batu Dakon," bunyi keterangan promo tersebut. Deretan batu bersurat ini menjadi saksi bisu bagaimana tata kelola kehidupan masyarakat masa lalu dibangun. Setiap pahatan batu menyimpan cerita unik mengenai kearifan lokal serta sistem sosial yang pernah berjaya pada zamannya.
Keberadaan prasasti-prasasti ini menjadi bukti nyata betapa tingginya peradaban yang pernah tumbuh subur di kawasan Bogor. Prasasti Ciaruteun contohnya, begitu dikenal lewat pahatan tapak kaki Raja Purnawarman yang melambangkan kekuasaan sekaligus perlindungan rakyat. Sementara itu, Prasasti Kebon Kopi menyuguhkan pahatan telapak kaki gajah yang lekat dengan simbol kendaraan perang kerajaan. Ditambah keberadaan Batu Dakon dan Prasasti Muara Cianten, kekayaan sejarah di kawasan ini terasa kian lengkap dan memikat.
Inisiatif hangat ini diprakarsai oleh Perkumpulan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Komda Jabodetabek sebagai wadah edukasi publik. Ruang berjumpa antara para ahli, komunitas, dan masyarakat umum menjadi kunci penting dalam menjaga kelestarian situs purbakala. Lewat pengalaman melihat langsung bentuk peninggalan tersebut, kepedulian masyarakat terhadap artefak kuno dapat tumbuh secara alami. Edukasi yang dikemas santai namun informatif ini menjadi benteng terdepan dalam merawat warisan budaya dari kepunahan.
Momentum bersejarah ini sekaligus mengajak kita semua merenungkan pentingnya merawat peninggalan masa lalu secara berkelanjutan. Situs-situs peninggalan di Kabupaten Bogor membutuhkan perhatian dan kepedulian bersama agar tetap lestari hingga masa depan. Kesadaran untuk menjaga cagar budaya memang perlu terus dirawat secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebab dengan mengenali dari mana kita berasal, bangsa ini bisa melangkah lebih percaya diri menatap masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....