Sanggar Tri Manunggal Sari, Melestarikan Budaya Kebumen di Tanah Rantau

  • 11 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Ketua Sanggar Tri Manunggal Sari Sutarno berharap sinergi antara pelaku seni, pengelola wisata, pemerintah, dan para pemerhati kebudayaan dapat terus diperkuat.

RRI.CO.ID - Jakarta - Sanggar Tri Manunggal Sari kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan seni budaya Kebumen melalui kegiatan Gelar Budaya Gebyar Muharam (Suran) yang digelar pada Minggu, 5 Juli 2026, di Taman Waduk Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan. Sanggar ini menjadi wadah bagi para pelaku seni asal Kabupaten Kebumen dengan beragam pertunjukan khas, seperti tari Kuda Lumping, Barongan, Lengger, hingga tari Dangsak atau Cepetan Alas khas Desa Peniron, Kebumen. Kegiatan tahunan ini menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam sekaligus momentum untuk terus menjaga dan menghidupkan warisan budaya leluhur.

Sebelum pementasan dimulai, keluarga besar Sanggar Tri Manunggal Sari terlebih dahulu melaksanakan tradisi ziarah ke makam para tokoh dan pendiri kesenian Kuda Lumping yang telah berpulang. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, tahlil, serta kenduri tumpengan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Melalui tradisi tersebut, para pelaku seni berharap generasi penerus senantiasa diberikan kesehatan, semangat berkarya, dan kemampuan untuk terus menjaga kelestarian budaya ebeg Kebumen.

(Foto : Sutarno)

Suasana Gebyar Muharam berlangsung meriah sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Acara dihadiri keluarga besar Sanggar Tri Manunggal Sari, komunitas seni, para pelaku budaya dari berbagai wilayah Jabodetabek, serta masyarakat umum. Kehangatan dan kebersamaan begitu terasa, terutama dengan hadirnya banyak warga perantauan asal wilayah Ngapak yang seolah melepas rindu terhadap suasana kampung halaman melalui seni dan budaya yang ditampilkan.

(Foto : Sutarno)

Pemilihan Taman Waduk Situ Gintung sebagai lokasi acara juga memiliki tujuan khusus, yakni memperkenalkan potensi wisata setempat melalui kegiatan seni budaya. Kehadiran pelaku UMKM yang turut meramaikan acara menambah semarak suasana sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sepanjang kegiatan berlangsung, para pengunjung tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga mendukung produk-produk UMKM yang tersedia di lokasi.

(Foto : Sutarno)

Ketua Sanggar Tri Manunggal Sari Sutarno berharap sinergi antara pelaku seni, pengelola wisata, pemerintah, dan para pemerhati kebudayaan dapat terus diperkuat. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan memberikan manfaat bagi semua pihak, mulai dari berkembangnya destinasi wisata, meningkatnya kesejahteraan pelaku UMKM, hingga terjaganya kelestarian seni budaya daerah. Ia juga berharap para pemangku kepentingan lebih memberikan perhatian kepada para seniman yang terus berjuang memperkenalkan budaya daerah di tanah rantau agar warisan budaya Nusantara tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang. Jika diinginkan, saya juga bisa menyesuaikan berita ini dengan gaya penulisan media seperti RRI, Antara, atau media cetak lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....