Swara SeadaNya Saksikan Peluncuran Batik Puspawicitra di JCC

  • 09 Jul 2026 01:09 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Swara SeadaNya

RRI.CO.ID, Jakarta - Kelompok musikalisasi puisi dan musik etnik Swara SeadaNya menghadiri peluncuran Batik Puspawicitra karya G.K.B.R.A.A. Paku Alam atau Gusti Putri di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu 8 Juli 2026.Kehadiran kelompok seni asal Kota Depok, Jawa Barat, tersebut menjadi tamu VIP atas undangan langsung dari Kadipaten Pakualaman, Yogyakarta. Undangan ini menjadi wujud hubungan baik yang telah terjalin melalui berbagai kolaborasi dan dukungan terhadap proses kreatif Swara SeadaNya, termasuk kesempatan melakukan riset naskah Nusantara di Perpustakaan Kadipaten Pakualaman pada Juni 2026.

Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah personel Swara SeadaNya, di antaranya Dr. Turita Indah Setyani selaku promotor, Ayie Suminar, Abrar Husin, dan Indonesiana Ayuningtyas. Kehadiran mereka menjadi bagian dari apresiasi terhadap lahirnya sebuah karya batik yang mengangkat nilai-nilai budaya Nusantara melalui pendekatan yang kreatif dan bermakna.

(Foto : Humas Swara SeadaNya)

Baca Juga : Merawat Tradisi dalam Kirab Labuhan Pakualaman di Pantai Glagah

Baca Juga : Swara SeadaNya Perkuat Riset Naskah Nusantara lewat Dukungan Kadipaten Pakualam

Batik Puspawicitra merupakan karya yang terinspirasi dari naskah-naskah Nusantara yang tersimpan di lingkungan Kadipaten Pakualaman. Nama Puspawicitra berasal dari kata puspa yang berarti bunga dan wicitra yang bermakna aneka ragam nan indah. Melalui motif tersebut, Kadipaten Pakualaman digambarkan sebagai taman budaya yang subur, tempat keberagaman latar belakang sosial, budaya, keyakinan, hingga pandangan hidup dapat tumbuh berdampingan dalam harmoni. Batik ini membawa pesan bahwa perbedaan adalah kekayaan yang patut dirawat dan disyukuri.

Manajer Swara SeadaNya, Ayie Suminar, mengatakan kehadiran kelompoknya bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi juga sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian warisan intelektual Nusantara. Menurutnya, naskah-naskah kuno menyimpan gagasan yang masih sangat relevan dan mampu menginspirasi lahirnya karya seni berkualitas. "Kehadiran kami di acara ini selain untuk mengapresiasi karya agung Gusti Putri juga untuk mengampanyekan kepada khalayak bahwa naskah-naskah Nusantara jika dipelajari dapat menginspirasi lahirnya karya-karya seni yang tinggi dan relevan di masa kini," ujar Ayie.

(Foto : Humas Swara SeadaNya)

Peluncuran Batik Puspawicitra turut dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai bidang, di antaranya Pratikno, Trisya Suherman, Lily Tjahjandari, serta Josephien Vivick Tjangkung. Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, sekaligus menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan tradisi, pendidikan, pemerintahan, dan dunia kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....