UI dan BNN Bangun Gerakan Budaya Cegah Narkoba lewat Majelis Nyala
- 02 Jul 2026 12:49 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Universitas Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia menggelar Majelis Nyala Purnama dalam rangka Hari Anti Narkoba Internasional 2026.
- Kegiatan mengedepankan pendekatan budaya, seni, pendidikan, sains, hukum, dan spiritualitas untuk mencegah penyalahgunaan narkotika.
RRI.CO.ID, Jakarta – Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia atau BNN RI, Urban Spiritual Indonesia, dan Komoenitas Makara menggelar program kebudayaan bertajuk Majelis Nyala Purnama di Makara Art Center Universitas Indonesia, Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Anti Narkoba Internasional atau HANI 2026 tersebut mengangkat tema Membangun Strategi Preventif dalam Membentuk Kesadaran Budaya Bersih Narkoba melalui pendekatan seni, budaya, hukum, sains, sosial, dan spiritualitas.
Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional sendiri diperingati setiap 26 Juni berdasarkan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 7 Desember 1987. Momentum tersebut bertujuan memperkuat kerja sama internasional dalam mewujudkan masyarakat dunia yang bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi M. Zainul Muttaqien, mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anti Narkoba Internasional sebagai awal gerakan bersama. "Pencegahan penyalahgunaan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab Badan Narkotika Nasional, tetapi merupakan kewajiban seluruh komponen bangsa," ujar Zainul.

Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, dokter Bina Ampera Bukit, mengatakan keluarga memiliki peran penting sebagai benteng pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Ia menambahkan rehabilitasi menjadi harapan bagi masyarakat yang telah terjerumus agar dapat kembali menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.
Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia, Doktor Ngatawi Al Zastrouw, menilai penguatan budaya dapat menjadi strategi preventif yang efektif. "Narkoba seperti virus yang mudah menyerang ketika masyarakat memiliki imunitas kultural yang lemah," ucapnya.
Guru Besar Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, Profesor Adrianus Eliasta Meliala, mengajak seluruh pihak lebih aktif hadir di ruang digital dan berbagai aktivitas generasi muda. Menurutnya, langkah tersebut penting agar potensi penyimpangan dapat dikenali sejak dini melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Sementara itu, Pendiri Urban Spiritual Indonesia, Doktor Turita Indah Setyani, memimpin meditasi bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan kesadaran diri. Ia mengatakan meditasi dapat menjadi sarana self healing yang membantu seseorang membangun kehidupan yang sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.

Guru Besar Departemen Kriminologi Universitas Indonesia, Profesor Adrianus Eliasta Meliala, mengajak seluruh pihak lebih aktif hadir di ruang digital dan berbagai aktivitas generasi muda. Menurutnya, langkah tersebut penting agar potensi penyimpangan dapat dikenali sejak dini melalui pendekatan edukatif dan partisipatif.
Sementara itu, Pendiri Urban Spiritual Indonesia, Doktor Turita Indah Setyani, memimpin meditasi bersama sebagai bentuk refleksi dan penguatan kesadaran diri. Ia mengatakan meditasi dapat menjadi sarana self healing yang membantu seseorang membangun kehidupan yang sehat dan menjauhi penyalahgunaan narkotika.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan persoalan narkotika dunia masih terus berkembang dengan meningkatnya penggunaan narkotika, peredaran kokain, obat sintetis, serta pemanfaatan teknologi digital oleh jaringan perdagangan gelap. Karena itu, kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, masyarakat sipil, dan komunitas dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat upaya pencegahan.
Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia berharap Majelis Nyala Purnama dapat melahirkan gerakan budaya yang berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu membangun lingkungan kampus dan masyarakat yang sehat, kreatif, serta bebas dari penyalahgunaan narkotika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....