Merawat Tradisi dalam Kirab Labuhan Pakualaman di Pantai Glagah
- 27 Jun 2026 12:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Kelompok musikalisasi puisi dan musik etnik Swara SeadaNya mendapat kehormatan mengikuti kirab dalam upacara adat Labuhan Pakualaman di Pantai Glagah, Kulon Progo, Yogyakarta, Jumat 26 Juni 2026. Kehadiran kelompok ini merupakan undangan khusus dari pihak Kadipaten Pakualaman melalui Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (G.K.B.R.A.A.) Paku Alam atau Gusti Putri. Berbeda dengan kegiatan mereka sebelumnya, kali ini Swara SeadaNya hadir bukan untuk tampil di atas panggung, melainkan menjadi bagian dari prosesi adat sebagai bentuk penghormatan dan upaya bersama merawat warisan budaya leluhur.
Sebanyak 10 anggota Swara SeadaNya mengikuti kirab tersebut, yaitu Dr. Turita Indah Setyani sebagai promotor, Ayie Suminar selaku manajer, Asep Rachman Muchlas, Gunawan Wicaksono, Theressa Rida, Indonesiana Ayuningtyas, Abrar Husin, Wulan Fitria, Sano Rizal, dan Bergas Wicaksono. Mereka mengenakan seragam berwarna ungu yang dipadukan dengan kain batik putih khas Yogyakarta, yang telah disiapkan secara khusus oleh Gusti Putri sebagai bagian dari prosesi adat.

Undangan mengikuti kirab bermula dari audiensi di Istana Kadipaten Pakualaman pada Kamis 25 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, Gusti Putri yang didampingi filolog Dr. Sri Ratna Saktimulya, S.S., M.Hum., selaku Pangarsa Perpustakaan Kadipaten Pakualaman, menyampaikan dukungannya terhadap riset naskah Nusantara yang sedang dilakukan Swara SeadaNya. Hasil riset tersebut akan dialihwahanakan menjadi pertunjukan musikalisasi puisi, musik etnik, dan tari tradisional sebagai upaya memperkenalkan kembali kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat.
Promotor Swara SeadaNya, Dr. Turita Indah Setyani, mengaku bangga atas apresiasi yang diberikan Kadipaten Pakualaman terhadap perjalanan berkesenian kelompok tersebut. Menurutnya, selama ini Swara SeadaNya konsisten menghadirkan karya-karya yang mengangkat kisah dan nilai-nilai dalam tradisi Nusantara. "Kiprah Swara SeadaNya yang selama ini mementaskan repertoar yang mengangkat kisah-kisah dalam tradisi Nusantara ternyata diapresiasi positif oleh pihak Kadipaten Pakualaman. Hal ini tentu saja membuat kami bangga," ujarnya.

Senada dengan itu, Manajer Swara SeadaNya, Ayie Suminar, menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mengikuti salah satu tradisi penting di lingkungan Kadipaten Pakualaman. Ia menilai keikutsertaan dalam kirab bukan sekadar menghadiri sebuah acara adat, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen untuk menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. "Sebuah kehormatan bagi kami untuk ikut dalam kirab kebudayaan ini sekaligus ikut merawat tradisi yang sudah berlangsung di Pura Pakualaman dari generasi ke generasi," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....